Menuju konten utama
Berita Internasional Terkini

Apa Isi Pidato Presiden Rusia-Putin Terbaru soal Perang di Ukraina?

Berita terkini soal perang Rusia dan Ukraina, berikut isi pidato Presiden Vladimir Putin.

Apa Isi Pidato Presiden Rusia-Putin Terbaru soal Perang di Ukraina?
Presiden Rusia Vladimir Putin mengangkat tangan saat berpidato dalam sidang pleno Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Jumat (3/9/2021). ANTARA FOTO/Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS/HP/djo

tirto.id - Presiden Vladimir Putin buka suara soal perang Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung selama 22 hari. Dalam pidatonya, Putin mengatakan, negaranya akan mencapai tujuan di Ukraina.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Putin mengaku tidak akan tunduk pada upaya Barat untuk mencapai dominasi global dan memecah belah Rusia. Ungkapnya dalam pidato kepada menteri pemerintah yang disiarkan Rabu, 16 Maret 2022.

Putin mengklaim, Rusia siap membahas status netral untuk Ukraina yang sudah berperang selama tiga minggu, menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan orang Ukraina meninggalkan rumah.

“Di masa mendatang, ada kemungkinan rezim pro-Nazi di Kyiv bisa mendapatkan senjata pemusnah massal, dan targetnya, tentu saja, adalah Rusia,” kata Putin.

Secara konsisten, Putin menggambarkan para pemimpin Ukraina yang terpilih secara demokratis sebagai neo-Nazi. Sebab, tuding Putin, pemimpin Ukraina bertekad melakukan genosida terhadap penutur bahasa Rusia di timur Ukraina.

Putin mengatakan, negara-negara Barat ingin mengubah Rusia sebagai "negara yang ketergantungan dan lemah, melanggar integritas teritorialnya; untuk memotong-motong Rusia dengan cara yang sesuai dengan mereka.”

Tentara Ukraina

Anggota pasukan Ukraina berada bersiap di posisi, ditengah invasi Rusia, di Irpin, Ukraina, Sabtu (12/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich/FOC/djo

Putin juga menegaskan, apabila Barat berpikir Rusia akan runtuh atau mundur. “Mereka tidak tahu sejarah kita atau orang-orang kita.”

“Di balik pembicaraan munafik dan tindakan hari ini dari apa yang disebut kolektif Barat adalah tujuan geopolitik yang bermusuhan. Mereka hanya tidak menginginkan Rusia yang kuat dan berdaulat.”

Kendati menyadari inflasi dan pengangguran akan meningkat di Rusia, Putin mengatakan, perubahan struktural terhadap ekonomi akan diperlukan. Putin pun berjanji untuk terus mendukung keluarga dan anak-anak Rusia.

“Barat bahkan tidak repot-repot menyembunyikan bahwa tujuan mereka adalah untuk merusak seluruh ekonomi Rusia, setiap orang Rusia,” kata Putin.

CNBC melaporkan, Presiden Amerika serikat Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "penjahat perang" atas serangan dan invasinya ke Ukraina. Ini adalah kali pertama Biden mengungkapkan itu secara terbuka.

Menanggapi hal itu, Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki kemudian mengatakan Biden berbicara dari hatinya yang paling dalam, terlebih dari apa yang dia lihat di berita, yang merupakan “tindakan biadab oleh seorang diktator brutal.”

Situasi Terkini Perang Ukraina dan Rusia

Kedutaan Amerika Serikat di Kyiv mengatakan, pasukan Rusia menembak dan membunuh 10 orang yang mengantre roti di kota Chernihiv, Ukraina utara.

Menurut pejabat Ukraina, serangan itu terjadi pada pukul 10 pagi waktu setempat. Tetapi laporan itu dibantah oleh Rusia, sambil mengatakan tidak ada tentara Rusia di Chernihiv, demikian The Guardian melaporkan.

Dewan kota Mariupol mengatakan, pasukan Rusia mengebom sebuah teater di kota pelabuhan Mariupol. Ruangan itu menjadi tempat warga sipil berlindung.

Berdasarkan gambar yang diunggah Dewan kota, teater itu mengalami kerusakan parah akibat serangan. Sedangkan jumlah korbannya masih sedang dikonfirmasi.

Layanan darurat Ukraina mengatakan, selama evakuasi bangunan tempat tinggal yang rusak akibat penembakan di kota Chernihiv, ditemukan lima mayat, termasuk tiga anak, di reruntuhan bangunan asrama.

Baca juga artikel terkait PERANG RUSIA DAN UKRAINA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya