Menuju konten utama

Sentra Fauna Lenteng Agung Paduan Ruang Usaha, Rekreasi, Edukasi

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung hadirkan ruang usaha baru yang lebih modern dan nyaman.

Sentra Fauna Lenteng Agung Paduan Ruang Usaha, Rekreasi, Edukasi
Suasana Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Rabu (22/10/2025). tirto.id/Fina Nailur R
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tepat di bawah jembatan penyeberangan yang menyambungkan Jalan Raya Lenteng Agung dan Stasiun Lenteng Agung, kini dibangun Sentra Fauna dan Kuliner. Terdiri dari ratusan kios, lokasi ini bakal menjadi pusat jual-beli satwa dan kuliner.

Suati (45), penjual gorengan di sekitar kawasan tersebut berharap pengunjung bakal ramai. Dengan demikian bisa mendatangkan rezeki bagi dagangannya. “Berharap biar ramai gitu ya pengunjungnya. Namanya, rezeki kita kan gak tahu ya,” kata perempuan yang sudah berjualan gorengan selama 5 tahun belakangan ini.

Suati mengaku sudah tahu soal pembangunan sentra perdagangan baru di Lenteng Agung. Ia juga mendengar para pedagang yang ingin menggelar lapak bisa mendaftar di posko sentra.

Tak hanya Suati, Amay yang tinggal di dekat Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung mengatakan sudah mengetahui terkait pembangunan pusat perdagangan ini. Senada dengan Suati, Amay juga berangan-angan warung makanannya bisa lebih laris manis.

“Mudah-mudahan bisa ada positifnya, ada berkahnya, sukses. Mudah-mudahan bakal ramailah warteg dan pembeli pedagang di pasar itu,” kata laki-laki berumur 48 tahun itu sembari melayani pembeli, Rabu (22/10/2025).

Bayu (45), yang tinggal tak jauh dari sentra juga ini tempat itu bisa memberi manfaat, apa pun bentuknya. “Mudah-mudahan tambah ramailah. Kebetulan saya di sini baru seminggu. Kalau abang saya sih udah lama, saya ngikut dia. Jadi, kurang paham [soal Sentra Fauna dan Kuliner]. Sempet denger doang, oh ini mau dibikin pasar burung atau apa,” tutur Bayu ketika berbincang dengan Tirto, Rabu (22/10/2025).

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Suati (45), seorang penjual gorengan di sekitar Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, saat ditemui jurnalis Tirto, Rabu (22/10/2025). tirto.id/Fina Nailur R

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibangun sebagai tempat relokasi bagi pedagang hewan dan kuliner Pasar Barito. Selain sebagai ruang usaha di wilayah selatan Jakarta, sentra ini juga menggabungkan unsur rekreasi dan seni-budaya.

Pemprov DKI Jakarta bakal membuka ruang pendampingan bagi pedagang eks Pasar Barito yang masih menyiapkan dokumen atau memerlukan waktu untuk adaptasi. Selain pedagang Pasar Barito, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung juga terbuka bagi para pelaku usaha UMKM lainnya.

Ruang Ekonomi dan Sosial Buat Semua

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menerangkan, pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas usaha yang lebih tertata dan berdaya saing tinggi bagi para pelaku UMKM.

“Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung kami hadirkan sebagai ruang usaha baru yang lebih modern dan nyaman. Di sini, para pelaku usaha termasuk yang selama ini berjualan di kawasan Barito dan khususnya terdaftar secara resmi sebagai anggota Jakpreneur akan mendapatkan tempat yang lebih layak dan kesempatan lebih besar untuk berkembang,” ujar Ratu, seperti dikutip dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Sentra ini memiliki 125 kios dengan berbagai fungsi. Antara lain Zona A dengan 22 kios yang difungsikan untuk penjual kuliner, Zona B sebagai Amphitheater, Zona C dan D bagi para pedagang burung dan pakan hewan (74 kios), serta Zona E yang terdiri dari 29 kios untuk lapak parsel dan kuliner tambahan.

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung

Suasana Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Rabu (22/10/2025). tirto.id/Fina Nailur R

Selain itu, kawasan ini dilengkapi area pertunjukan seni dan budaya, lahan parkir, serta tempat ibadah. Desain yang diterapkan juga ramah keluarga, dengan sistem sirkulasi udara dan sanitasi yang baik.

Secara lokasi, sentra juga bisa dijangkau dengan berbagai opsi moda transportasi umum, seperti KRL Commuter Line, Transjakarta 4B jurusan Manggarai–Universitas Indonesia (UI), angkot D21 Lebak Bulus–UI, serta Jak Lingko 44 (Andara–Lenteng Agung).

Lebih dari sekadar tempat berdagang, Ratu mengatakan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung juga disiapkan sebagai ruang publik baru yang mempertemukan ekonomi rakyat, kreativitas, dan rekreasi keluarga dalam satu kawasan.

“Kami ingin agar para pedagang tidak hanya memiliki tempat baru, tetapi juga bisa naik kelas. Dengan dukungan fasilitas, pelatihan, dan promosi yang terintegrasi melalui program Jakpreneur, kami harap mereka bisa berkembang lebih besar dan menjadi bagian dari wajah baru Jakarta,” katanya.

Seiring dengan rencana pengembangan Taman Bendera Pusaka–yang menggabungkan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser sebagai ruang hijau di Jakarta Selatan, para pedagang dari Pasar Barito akan menjadi bagian dari ekosistem baru di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.

Penataan ini bakal melanjutkan kegiatan ekonomi yang telah berjalan sebelumnya. Untuk wirausaha yang belum menjadi anggota Jakpreneur atau Jakarta Entrepreneur, mereka bisa mendaftar secara daring lewat situs jakpreneur.jakarta.go.id. Data yang dibutuhkan yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), nomor HP aktif, dan alamat email.

Selain mendaftar lewat online, masyarakat juga bisa datang langsung ke Sekretariat Jakarta Enterpreneur di kantor kecamatan di daerah tempat tinggal masing-masing.

Penataan Ruang Menuju Kota Global

Menuju Jakarta Kota Global, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai relokasi pedagang dari Pasar Barito ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung sebagai keputusan yang tepat. Penataan ruang wilayah dalam hal ini memang harus menjadi prioritas.

“Jadi dalam hal ini, pemindahan itu sebenarnya udah tepat. Karena, kalau nanti tidak ditata dari awal, itu nanti akan semrawut. Akan sulit itu nanti kan,” tutur Trubus lewat telepon, Rabu (22/10/2025).

Trubus mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan serupa pada sentra atau kawasan perdagangan yang masih tidak semrawut, agar penataan bisa dilakukan serentak. Trubus mencontohkan salah satunya adalah sentra jual-beli hewan di Jakarta Timur.

“Jangan hanya di tempat itu, di Barito. Kan banyak juga yang masih semrawut di daerah lain. Jakarta Timur banyak. Jakarta Utara juga banyak. Jadi, semuanya dilakukan penataan serentak,” katanya.

Selain melakukan penataan, Trubus mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk juga membuka ruang aduan bagi publik maupun pedagang yang ingin menyampaikan keluhan soal Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. Kompensasi bagi para pedagang yang mengalami relokasi pun mesti jelas.

Dengan gabungan unsur usaha, seni, dan hiburan, Trubus menilai Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung sebagai ruang terpadu dan terintegrasi. Pengunjung bisa memilih aktivitas sesuai selera.

Baca juga artikel terkait PASAR atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - News Plus
Reporter: Fina Nailur Rohmah
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Fadrik Aziz Firdausi