Menuju konten utama

Sejumlah Jalan di Gorontalo Rusak & Longsor Imbas Gempa M 7,6

Kementerian PU memastikan bergerak cepat menangani kerusakan pascagempa dan menerjunkan tim ke lokasi terdampak.

Sejumlah Jalan di Gorontalo Rusak & Longsor Imbas Gempa M 7,6
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/12/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya telah menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan serta memicu sejumlah titik longsor.

Di wilayah Gorontalo, sejumlah ruas jalan mengalami rusak dan longsor.

"Di Gorontalo, sementara waktu memang ada beberapa ruas jalan yang terkena masalah dan ada beberapa longsor," ujar Dody di Kementerian PU, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, Dody memastikan kondisi jalan dan jembatan di wilayah Minahasa Utara dan Bitung yang menjadi pusat gempa masih dinyatakan aman.

Dia pun menyebut bahwa Kementerian PU langsung bergerak cepat menangani kerusakan pascagempa. Dody bilang pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi terdampak.

"Tim memang sudah jalan ke kedua tempat. Tim yang di Gorontalo juga sudah ada," ucapnya.

Untuk memastikan arus logistik dan pergerakan manusia tidak terganggu, dia akan menyiapkan solusi sementara bagi ruas jalan dan jembatan yang rusak parah.

"Kalau misalnya ada jalan yang rusak, ada jembatan yang putus, kami akan segera bekerja sama dengan BNPB, BPBD, maupun TNI-Polri. Paling tidak, minimum kami bikin jembatan sementara dulu," jelas Dody.

Dia menambahkan, langkah darurat itu diambil agar distribusi bantuan dan mobilitas warga tetap berjalan.

"Supaya arus logistik tidak terganggu. Manakala memang diperlukan, nanti berikutnya kita akan buat yang lebih permanen," tuturnya.

Sementara itu, di Maluku Utara, kantor Kementerian PU setempat dilaporkan mengalami kerusakan berupa pecahnya seluruh kaca bangunan. Akibatnya, pegawai sementara menjalankan tugas dari rumah atau work from home.

“Yang terdampak memang kantor kami di Maluku Utara, semua kaca pecah. Jadi, hari ini teman-teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPBD sempat,” katanya.

Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi sekitar pukul 06.48 WITA (05.48 WIB) dengan pusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.

Guncangan kuat yang berlangsung sekitar satu menit langsung dirasakan di berbagai wilayah seperti Manado, Ternate, dan Gorontalo, menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Setelah gempa terjadi, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Sejumlah daerah seperti Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung ditetapkan dalam status siaga, sedangkan wilayah lain berada pada status waspada.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi