tirto.id - Kepingan logam platinum seberat 55 kilogram disita KPK sebagai barang bukti dalam kasus korupsi Bupati Langkat Syah Afandin. Logam itu ditemukan KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (2/7/2026) lalu. Termasuk logam mulia, seberapa berharga platinum yang ditemukan KPK itu?
Sebelumnya, Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim ditangkap lembaga antirasuah KPK pada Kamis. Penangkapan itu dilakukan terkait dugaan suap dua kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Afandin tertangkap tangan telah melakukan dua kasus suap secara simultan. Ia diduga telah menggunakan wewenangnya selaku bupati untuk melakukan korupsi jual beli jabatan kepala sekolah dan camat, serta menerima uang jatah kontrak proyek pemerintah.
Terkait kasus jual beli jabatan, Afandin diduga telah menerima gratifikasi senilai Rp3,5 miliar untuk memengaruhi proses pengisian posisi kepala sekolah SD dan SMP di Langkat, serta pengisian posisi camat di kabupaten itu. KPK juga mengendus adanya keterkaitan uang haram ini dengan proyek pengadaan seragam anak SD.
Sementara itu, terkait korupsi fee proyek, Bupati Langkat tersebut diduga telah meminta uang senilai Rp1,1 miliar kepada bekas anggota timsesnya pada Pilkada 2024 lalu, Yaqub Abdhal Al Mu’arif. Jumlah uang itu diminta Afandin dari nilai kontrak 85 proyek yang telah diberikan kepada Yaqub.
Namun, dari berbagai hal yang kontroversial terkait kasus korupsi ini, barang bukti yang disita KPK dalam OTT Afandin turut menyita perhatian publik. Pasalnya, lembaga antirasuah itu turut menyita kepingan platinum seberat lebih dari 55 kilogram.
Platinum itu diduga merupakan milik Afandin. Jika dirupiahkan, total nilai lebih dari 55 kilogram platinum itu dapat menembus angka miliaran rupiah, jauh lebih besar dari total nilai suap yang diterima Afandin dalam dua kasus di atas.
Berapa Harga Platinum Per Gram yang Diduga Milik Bupati Langkat?
KPK menduga lebih dari 55 kilogram platinum itu milik Afandin karena ditemukan di dalam mobil Bupati Langkat itu ketika OTT dilakukan. Jika dihitung sesuai harga per gramnya, total nilai barang bukti itu cukup fantastis.
Platinum atau platina merupakan jenis logam mulia yang dikenal karena warna putih keperakannya. Patina dikenal lebih langka dari emas dan penggunaannya sangat bervariasi.
Sifat unik platina membuat logam ini dapat digunakan untuk memenuhi permintaan akan perhiasan premium maupun sektor industri. Mulai dari industri otomotif, teknologi, hingga medis, semuanya menggunakan platinum sebagai komponen penting.
Berdasarkan standar harga platinum pada laman Bullion Rates, harga per gram logam mulia ini mencapai Rp951.888 untuk banderol hari ini, Senin (6/7/2026). Harga per kilogram logam ini juga fantastis, mencapai Rp951.887.876.
Hal tersebut sesuai dengan perkiraan KPK. Dalam konferensi pers pada Jumat, Achmad Taufik menjelaskan bahwa platinum yang ditemukan di mobil Afandin diperkirakan memiliki nilai Rp900 jutaan untuk setiap kepingnya. Total, kata Taufik, terdapat 55 keping logam dengan nilai total mencapai Rp40-an miliar.
Kenapa Platinum Sangat Berharga?
Sebagaimana logam emas, platinum dikenal memiliki nilai yang sangat berharga. Sifatnya yang unik diperlukan dalam berbagai kebutuhan dan karenanya nilai logam mulia ini terus terdongkrak naik.
Logam ini dikenal karena sifatnya yang tahan korosi, membuatnya jadi komponen penting untuk berbagai jenis industri. Selain itu, platina juga dikenal karena menjadi salah satu logam mulia dengan kepadatan tertinggi.
Karakteristik itu membuat daya tahan platina tergolong paling lama di antara logam yang lain. Kilau pada logam ini dikenal jadi salah satu yang paling tahan terhadap oksidasi dan korosi.
Namun, harga tinggi platinum tak hanya karena karakteristiknya, tetapi juga kelangkaannya. Tingkat ketersediaan platina hari ini disebut telah mencapai 30 kali lebih langka daripada emas.
Menurut World Platinum Investment Council, ketimpangan laju permintaan dan pemenuhan jadi salah satu faktor utama mengapa harga platina dipatok sangat tinggi. Sejak 2023, tingkat produksi platina tidak pernah cukup untuk memenuhi permintaan tahunan.
Ketersediaan platina yang minim itu disebut merupakan dampak dari terbatasnya kemampuan pasar untuk meningkatkan suplai tambang platinum. Situasi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga 2030.
Padahal platina diperlukan untuk berbagai macam industri. Bahkan, industri medis memerlukan platina untuk membuat obat kemoterapi berbasis platinum.
Namun, di tengah situasi platinum yang serba kurang di seluruh dunia, Bupati Langkat diduga telah menggunakannya sebagai aset hasil korupsi. Ada 55 kilogram kepingan platina yang diduga berasal dari uang-uang haram yang dikumpulkan Syah Afandin.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































