Menuju konten utama

SBY Sebut Amerika Serikat Masih Ingin Jadi Unipolar Dunia

Namun, SBY menilai konstelasi global saat ini bergerak menuju tatanan multipolar dengan ada kekuatan Cina, Rusia, Uni Eropa, maupun negara dalam BRICS.

SBY Sebut Amerika Serikat Masih Ingin Jadi Unipolar Dunia
Tangkapan Layar - MV Susilo Bambang Yudhoyono & Friends - Save Our World. (Youtube/Susilo Bambang Yudhoyono)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyinggung arah kebijakan global Amerika Serikat (AS) yang dinilai masih berambisi menjadi kekuatan tunggal atau unipolar di dunia.

Dalam paparannya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu terlebih dahulu menggambarkan dinamika geopolitik global pada era Perang Dingin. Menurutnya, pada masa tersebut, dunia berada dalam tatanan bipolar yang terbagi ke dalam dua blok besar, yakni Blok Barat dan Blok Timur.

“Ini urusan kerja sama ekonomi, urusan perdagangan internasional, memang sudah terjadi pergeseran. Dulu saat Perang Dingin, dunia bersifat bipolar, Blok Barat dan Blok Timur,” ujar SBY saat memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, AS cenderung mengambil peran sebagai kekuatan tunggal atau lone ranger dalam percaturan global setelah Perang Dingin berakhir. Saat itu, berkembang pula pandangan bahwa liberalisme akan mendominasi dunia sementara komunisme dan otoritarianisme diprediksi runtuh.

Namun, SBY menilai konstelasi global saat ini telah bergerak menuju tatanan multipolar. Sejumlah kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, Uni Eropa, serta negara-negara yang tergabung dalam BRICS, kata SBY, menjadi aktor penting dalam sistem global yang semakin kompleks.

“Artinya apa? Sudah terjadi, dan sekarang mestinya kembali ke multipolar. Paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar,” ucapnya.

Meski demikian, mantan Menkopolhukam era Presiden Megawati ini berpandangan bahwa AS belum sepenuhnya menerima realitas multipolar tersebut. AS masih berkeinginan untuk kembali menjadi satu-satunya pemimpin global.

“Amerika ingin kembali unipolar, Amerika alone sebagai global leader, sebagai lone ranger,” katanya.

Di hadapan para peserta pendidikan Lemhannas yang diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan, SBY menekankan pentingnya Indonesia mampu memosisikan diri secara tepat di tengah polarisasi global yang berkembang saat ini. Ia mengingatkan agar Indonesia cermat menavigasi dinamika geopolitik dunia demi menjaga kepentingan nasional.

“Cara berpikir kita adalah kita harus kembali bisa menavigasi, bisa memosisikan kita, langkah kita dalam tatanan atau polarisasi atau polaritas global seperti saat ini," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait AMERIKA SERIKAT atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Andrian Pratama Taher