Menuju konten utama

SBY Kenang Peran Juwono Sudarsono Dirikan Universitas Pertahanan

SBY menilai, Juwono merupakan sosok yang memiliki kapasitas di dua bidang sekaligus, yakni pertahanan dan hubungan internasional.

SBY Kenang Peran Juwono Sudarsono Dirikan Universitas Pertahanan
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang kontribusi Almarhum Eks Menteri Pertahanan (Menhan), Juwono Sudarsono, dalam penguatan sektor pertahanan Indonesia, termasuk perannya di balik gagasan pendirian Universitas Pertahanan.

SBY menuturkan, ide pembentukan institusi pendidikan tersebut muncul dari kebutuhan Indonesia untuk membangun kapasitas sumber daya manusia di bidang pertahanan secara mandiri.

“Salah satu yang kami pikirkan dulu, dengan Pak Juwono dan kemudian dengan Pak Purnomo Yusgiantoro sebagai Menteri Pertahanan, bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan. Jangan sampai kita belajarnya malah ke negara lain padahal kita kaya dengan pengalaman perang, perang konvensional, perang gerilya, perang lawan gerilya,” ujar SBY usai melayat Juwono di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Ia menegaskan, gagasan tersebut tidak lepas dari peran aktif Juwono dalam merumuskan arah pembangunan pertahanan nasional bersama sejumlah tokoh lain.

“Itulah Mas Juwono dan kemudian Pak Purnomo juga aktif bersama-sama saya menggagas berdirinya Universitas Pertahanan. Dan bukan hanya Universitas Pertahanan, tapi di Sentul juga dibangun kawasan peacekeeping missions, untuk apa namanya, penyiapan kekuatan Indonesia menghadapi krisis dalam maupun luar negeri,” lanjutnya.

Selain Juwono dan Purnomo Yusgiantoro, SBY juga menyebut keterlibatan Sjafrie Sjamsoeddin, selaku seseorang yang kini menjabat sebagai Menhan, dalam pengembangan sektor pertahanan pada masa pemerintahannya.

Menurut SBY, pembangunan kapasitas pertahanan tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga memerlukan dukungan pemikiran sipil dan kemampuan diplomasi yang kuat.

“Dan kemudian performa pada saat menjadi Menteri Pertahanan dan kami tentu sangat terbantu karena bagi saya waktu itu pertahanan dan diplomasi sama-sama pentingnya. Dunia seperti ini Indonesia memerlukan para diplomat yang tough, yang smart yang mengerti dunia dan Indonesianya, juga bisa memiliki juga para ahli pertahanan baik sipil maupun militer, bukan hanya Jenderal, Laksamana, dan Marsekal, tapi urusan pertahanan urusan kita semua,” kata dia.

SBY menilai, Juwono merupakan sosok yang memiliki kapasitas di dua bidang sekaligus, yakni pertahanan dan hubungan internasional.

“Mas Juwono memiliki dua karakter, punya dua kemampuan di bidang pertahanan maupun hubungan internasional. Itulah yang ingin saya sampaikan,” ucap SBY.

Diketahui, SBY menghadiri persemayaman jenazah Eks Menhan, Juwono Sudarsono pada Minggu (29/3/2026). Berdasarkan pantauan Tirto, SBY tiba pukul 10.09 WIB pagi di Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dia tampak rapih mengenakan kemeja putih yang sudah dibalut jas hitam, serta peci berwarna hitam.

Kehadirannya tentu disambut oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan Taufanto. Namun sebelum kehadiran SBY, Wakil Presiden (Wapres) RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) terlihat meninggalkan Kantor Kementerian Pertahanan pukul 09.46 WIB pagi, usai menghadiri persemayaman jenazah Juwono.

Lalu, terlihat juga Eks Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2000-2009 sekaligus Eks Menteri Pertahanan periode 2009-2014, Purnomo Yusgiantoro, hadir di Kementerian Pertahanan pada pukul 09.52 WIB pagi. Purnomo turut menghadiri persemayaman jenazah Juwono.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, yakni Juwono Sudarsono, meninggal dunia.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, saat dikonfirmasi Antara dari Jakarta, Sabtu.

Rico menyampaikan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Baca juga artikel terkait SUSILO BAMBANG YUDHOYONO atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Anggun P Situmorang