Menuju konten utama

Satgas Pangan Polri Sebut Harga Beras di Pasaran Mulai Turun

Kasatgas Pangan Polri memantau adanya penurunan harga beras di pasaran meskipun rentangnya kecil. Namun pihaknya menganggap ini indikasi positif.

Satgas Pangan Polri Sebut Harga Beras di Pasaran Mulai Turun
Pekerja mengangkut beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Gudang Bulog Lebak-Pandeglang, Lebak, Banten, Selasa (27/2/2024).ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym.

tirto.id - Satgas Pangan Polri menyatakan hasil pemantauan hari ini menunjukan adanya penurunan harga beras di pasaran. Meski tidak signifikan, namun hal itu menjadi sinyal baik.

“Sudah terjadi penurunan, seperti di PIBC untuk rata-rata harga beras premium hari ini Rp 15.100 dibandingkan harga kemarin Rp15.169,” kata Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2/2024).

Whisnu menyebut, diharapkan akselerasi dalam pendistribusian beras yang saat ini dilakukan oleh pemerintah dapat segera memulihkan harga beras.

Di sisi lain, kata Whisnu, pihaknya juga mengantisipasi lonjakan harga telur. Pemantauan pun terus dilakukan untuk mencegah lonjakan tersebut menjelang bulan suci ramadan.

“Kami terus memonitor program SPHP jagung yang saat ini sudah berjalan, yaitu pendistribusian jagung yang menjadi komponen pokok pakan dengan sasaran peternak mandiri di wilayah sentra produsen,” tutur Whisnu.

Wisnu mengungkapkan upaya tersebut diharapkan dapat membantu peternak mandiri mendapatkan jagung dengan harga Rp5.500. Dengan demikian, dapat menekan biaya produksi telur.

“Hal ini sangat membantu peternak layer hingga musim panen jagung yang diperkirakan di bulan Maret-April,” ucap Whisnu.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Pangan Polri menyatakan bahwa percepatan pendistribusian beras menjadi cara pemenuhan kebutuhan di masyarakat. Sebab, belakangan masyarakat mengaku sulit mendapatkan beras. Belum lagi harganya yang melambung cukup tinggi.

Wisnu menyampaikan pihaknya telah melakukan pengecekan ketersediaan stok beras di gudang Bulog dan menyimpulkan perlu adanya percepatan distribusi ke pasar dan ritel modern.

"Perlu lebih dipercepat sistem pendistribusiannya ke pasar- pasar becek dan ke retail modern, sehingga harga bisa kembali normal," kata Whisnu dalam keterangan tertulis, Kamis (22/2/2024).

Baca juga artikel terkait FLASH NEWS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash news
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Dwi Ayuningtyas