Sandi Banyak Menunduk & Diam Saat Deklarasi, BPN: Baca Teks Prabowo

Reporter: Hendra Friana - 19 Apr 2019 10:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Andre Rosiade menyebut bahwa ekspresi cawapres 02 itu wajar mengingat kondisinya yang masih belum sehat. Ia juga membantah jika Sandiaga dinilai dalam kondisi tertekan.
tirto.id -
Kehadiran Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, dalam deklarasi kemenangan di rumah Prabowo Subianto di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin (8/4/2019) menjadi bahan pergunjingan warganet di media sosial.

Pasalnya, kamera wartawan yang menangkap momen deklarasi tersebut menggambarkan raut wajah Sandiaga yang tak seperti biasanya (ekspresif dan menampakkan kegembiraan).

Sepanjang deklarasi, pendiri Saratoga Grup itu hanya terdiam dan sesekali menundukkan kepala. Ia juga tak memberikan sepatah kata pun saat dicecar pertanyaan wartawan usai deklarasi.

Kemurungan Sandiaga yang tertangkap kamera itu ditanggapi beragam oleh warganet.

Di Twitter, misalnya, akun @yunantyo2 mempertanyakan ekspresi cawapres 02 yang tak nampak seperti biasanya itu.

"Ada apa dengan @sandiuno sebenarnya ya? Ia sama sekali tidak happy saat momen deklarasi Prabowo tadi," cuit akun tersebut.

Ada pula akun @merrytaamelia menanggapi air muka mantan wakil gubernur DKI itu dengan nada simpatik.

"Man, I feel bad for Sandiaga Uno. He looks like he has had enough yet they still force him to do it. I hope his move doesn’t affect his political future, this man has potential. #savesandiagauno ," tulisnya.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menyebut bahwa ekspresi cawapres 02 itu wajar mengingat kondisinya yang masih belum sehat.

Di samping itu, Andre juga membantah jika Sandiaga dinilai dalam kondisi tertekan. Kepala Sandiaga yang kerap menunduk dan menghindari sorot kamera saat deklarasi, kata Andre, lantaran dirinya tengah membaca teks deklarasi yang dipegang Prabowo.

"Saya ada di situ, ada di dekat Bang Sandi, samping Dahnil Anzar, saya melihat kok kalau beliau itu nunduk baca teksnya Pak Prabowo," ujar Andre saat dihubungi Tirto, Jumat (19/4/2019).

Sebelum deklarasi digelar, BPN memang menginformasikan soal kabar Sandiaga yang sedang tak sehat.

Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar juga menyebut bahwa hal itu pula yang menyebabkan Sandi menghilang saat BPN beberapa kali menggelar konferensi pers dan deklarasi.

Menurut Dahnil, Sandi mengalami cegukan yang tak henti-henti karena kelelahan dengan agendanya yang sangat padat sejak kemarin. Ia mengatakan, Sandiaga hanya tidur satu jam sebelum pencoblosan.

"Bang Sandi cegukan enggak berhenti. Cegukan, suaranya hilang. Bahkan duduk bareng dengan Pak Prabowo, terus cegukan, terus disuruh Pak Prabowo supaya istirahat di atas," tuturnya kemarin.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Politik)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight