Menuju konten utama

Sampah Jakarta Menumpuk Usai Hujan, DLH Siagakan Pengangkut Sampah

DLH DKI Jakarta menyiagakan petugas pengangkut sampah di sejumlah titik di Jakarta untuk mengantisipasi penumpukan sampah usai hujan.

Sampah Jakarta Menumpuk Usai Hujan, DLH Siagakan Pengangkut Sampah
Petugas membuang sampah di TPS Muara Baru, Jakarta, Senin (22/10/2018). ANTARA FOTO/Armansyah Putra.

tirto.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyiagakan petugas pengangkut sampah di sejumlah titik di Jakarta untuk mengantisipasi penumpukan sampah usai hujan.

"Kami antisipasi dengan menyiagakan petugas di lokasi tersebut selama 24 jam. Sejak semalam, petugas giat melakukan pengangkatan sampah,” kata Kepala DLH DKI Jakarta, Andono Warih, melalui keterangan tertulis pada Rabu (9/10/2019) pagi.

Andono pun menyampaikan bahwa tumpukan sampah selepas hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Senin (8/10/2019) malam, Bendung Katulampa maupun Pos Depok sempat mengalami kenaikan tinggi muka air hingga mencapai status Siaga III dan Siaga II. Pukul 03.00 WIB dini hari seluruh pos pantau telah dinyatakan berstatus aman. Namun, kenaikan debit air ini turut membawa sampah kiriman ke Jakarta.

"Sejak tadi malam sampah di Pintu Air Manggarai meningkat. Lebih dari 322 meter kubik sampah sudah berhasil diangkat. Sampah tersebut dikirim ke TPST Bantargebang menggunakan 7 rit truk sampah typer besar dan 11 rit typer kecil," jelas Andono.

"Tampak di lokasi, berbagai macam jenis sampah seperti ranting pohon, plastik, kayu yang berukuran besar dan sampah rumah tangga lainnya," lanjutnya.

Andono pun menyampaikan, jika sampah tak segera diangkat, terutama yang berada di Pintu Air Manggarai, maka pintu air dapat tersumbat, "dan air akan meluap ke permukaan yang bisa mengakibatkan banjir".

Selain itu, DLH juga menyiagakan sejumlah petugas di Kali Ciliwung BKB Season City. Di lokasi tersebut, sejak semalam, terdapat 72 meter kubik sampah yang telah dievakuasi.

"Sampah tersebut dikirim ke TPST Bantargebang menggunakan 3 rit truk sampah typer besar," ungkap Andono.

Titik lain yang juga disiagakan adalah Jembatan Kali Ciliwung Kampung Melayu. Namun, kata Andono, kondisi di sana masih tergolong kondusif, sehingga belum ada pengangkatan sampah. Pantauan tersebut dilakukan Kamis (9/10/2019) pagi.

Secara keseluruhan, petugas yang disiagakan dalam satgas penanganan sampah berjumlah 4.000 orang dari UPK Badan Air. Kemudian, sarana yang disiagakan terdiri dari 44 pikap angkut sampah, 50 truk sampah, 5 excavator jenis spider, 6 excavator long arm, 20 excavator jenis biasa, serta 1 excavator liebher yang didampingi oleh 23 orang petugas mobilisasi dan 12 orang petugas mekanik.

“Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas existing di ruas tersebut, maka personil dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi itu. Kami siaga 24 jam,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait SAMPAH JAKARTA atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Maya Saputri