Rupiah Menguat Jadi Rp14.183 Per Dolar AS Pada 4 April

Oleh: Yantina Debora - 4 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Rupiah menguat ke posisi Rp14.183 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.223 per dolar pada Kamis 4 April 2019.
tirto.id - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 40 poin atau 0,28 persen terhadap dolar AS pada Kamis (4/4/2019) pukul 9.48 WIB.

Dikutip dari Antara, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak ke posisi Rp14.183 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.223 per dolar.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, mengatakan Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit AS menunjukkan perlambatan pada Maret 2019 untuk sektor jasa dan manufaktur.

"Semakin banyak data AS yang mulai menunjukkan perlambatan sebagai indikasi fase puncak ekonomi AS telah dilalui," ujar Lana.

The IHS Markit US Composite untuk Maret 2019 tercatat sebesar 54,6, sedikit di atas ekspektasi konsensus 54,3, melambat dibandingkan Februari 2019 yang sebesar 55,5.

Perlambatan terjadi baik pada sektor jasa dari 56 pada Februari menjadi 55,3 pada Maret dan sektor manufaktur dari 53 pada Februari menjadi 52,4 pada Maret. Indeks untuk sektor Manuafaktur tercatat terendah sejak Juni 2017.

Pada survei yang lain yang dilakukan oleh ISM, untuk sektor non-manufaktur tercatat turun tajam dari 59,7 pada Februari 2019 menjadi 56,1 pada Maret 2019. Walaupun kedua sektor tersebut tercatat melambat, indeks pada kepercayaan bisnis (business confidence) tercatat naik.

Pada transaksi Selasa (2/4/2019), rupiah juga menguat 6 poin menjadi Rp14.223 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.229 per dolar AS, di tengah masih tingginya permintaan dolar AS.

"Di tengah ketidakpastian global saat ini, dolar AS memang dianggap paling menguntungkan oleh pasar. Jadi potensi penguatan rupiahnya juga terbatas," kata analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta.

Menurut Dini, penguatan rupiah terbatas karena minat pelaku pasar terhadap dolar AS hingga saat ini masih cenderung tinggi. Padahal, inflasi domestik relatif stabil dan data penjualan ritel AS juga relatif buruk namun permintaan terhadap dolar AS tetap tinggi.

"Sentimennya masih karena dolar AS dianggap sebagai "safe haven" dan masih punya prospek bagus, apalagi dibandingkan dengan negara utama lainnya. Sementara itu, zona Euro masih terbebani perlambatan ekonomi mereka, apalagi setelah inflasi mereka juga melambat. Sedangkan Inggris masih soal Brexit," kata Dini.


Tak hanya rupiah, kurs tengah nilai tukar mata uang Cina, yuan atau renminbi, menguat 139 basis poin menjadi 6,7055 terhadap dolar AS oada Kamis pagi, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Cina.

Di pasar spot valuta asing Cina, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Kurs Dolar AS di Jakarta Maret-April 2019 Dikutip dari Bank Indonesia:

2 April 2019 - Rp14.237
1 April 2019 - Rp14.231
29 Maret 2019 - RP14.244
28 Maret 2019 - Rp14.255
27 Maret 2019 - Rp14.202
26 Maret 2019 - Rp14.171
25 Maret 2019 - Rp14.223
22 Maret 2019 - Rp14.157
21 Maret 2019 - Rp14.102
20 Maret 2019 - Rp14.231
19 Maret 2019 - Rp14.228
18 Maret 2019 - Rp14.242
15 Maret 2019 - Rp14.310
14 Maret 2019 - Rp14.253
13 Maret 2019 - Rp14.269
12 Maret 2019 - Rp14.251
11 Maret 2019 - Rp14.324
8 Maret 2019 - RP14.223
6 Maret 2019 - Rp14.129
5 Maret 2019 - Rp14.146

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Ekonomi)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH