Menuju konten utama

Risma Temukan Penggelapan Bansos PKH di Malang Senilai Rp450 juta

Seorang pendamping bansos PKH di Malang menggelapkan dana 14 penerima sejak 2017.

Risma Temukan Penggelapan Bansos PKH di Malang Senilai Rp450 juta
Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) bersama aktor Raffi Ahmad (kanan) dan koki Renatta Moeloek (kiri) saat meninjau produk-produk buatan penerima manfaat di Sentra Kreasi ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (20/6/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.

tirto.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini menemukan dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kasus penyalahgunaan itu hendak dibawa ke Bareskrim Polri, tetapi tidak jadi karena proses penyidikan akan lama, lalu kasus dilaporkan ke Polres Malang. Saat ini polres sedang memeriksa saksi-saksi.

Menurut Risma korban penyalahgunaan adalah 14 warga penerima. Mereka tidak menerima bansos sejak 2017.

"Korban sebetulnya ada 32 kartu, tapi yang tidak diserahkan 14 ini. Nominalnya macam-macam. Ada yang Rp3 juta per tahun, itu sudah lama sejak tahun 2017," kata Risma di Malang, Selasa (29/6/2021).

Petugas pendamping PKH akan dipecat dan kini menghadapi ancaman sanksi pidana. Sedangkan ke-14 warga akan dapat bansos PKH mulai bulan depan.

Penyalahgunaan bansos PKH juga ditengarai terjadi di daerah lain dan sudah dilaporkan ke polisi.

"Ada di daerah lain, ini masih dalam penyidikan. Polres Malang ini paling cepat. Jadi karena itu kita masih menunggu di beberapa daerah," ujar Risma.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang AKP Donny K Baralangi menyebut 30 saksi sudah diperiksa. Kerugian total sekitar Rp450 juta.

"Kurang lebih kerugian itu sekitar Rp450 juta pada periode 2017-2020. Dan untuk sementara, pelaku merupakan individu," ujar Donny.

Baca juga artikel terkait BANSOS atau tulisan lainnya

tirto.id - Hukum
Reporter: Antara
Editor: Zakki Amali