Ribuan Demonstran di Spanyol Menuntut Puigdemont Dipenjara

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 29 Oktober 2017
Aksi demonstrasi tersebut diikuti oleh ribuan massa untuk menuntut agar pemimpin separatis Puigdemont dipenjara.
tirto.id - Ribuan demonstran di Madrid tengah yang pada Sabtu (28/10/2017) melakukan aksi dengan mengibarkan bendera Spanyol raksasa sambil berteriak “Penjarakan Puigdemont", Aksi tersebut merupakan bagian dari kemarahan mereka terhadap deklarasi kemerdekaan sepihak Catalonia di bawah pimpinan separatis Carles Puigdemont.

Kekesalan tersebut juga ditujukan kepada Perdana Menteri Mariano Rajoy, yang dianggap terlalu lunak terhadap pemimpin separatis di wilayah itu.

"Yang terjadi di Catalonia adalah aib, dan yang terjadi setelahnya juga memalukan," kata Carlos Fernandez, seorang teknisi pertambangan berusia 41 tahun.

Sebelumnya, pada Jumat (37/10/2017), parlemen Catalonia menyatakan kemerdekaan sepihak.

Rajoy membalasnya dengan memecat Puigdemont dan eksekutifnya, membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu regional secepatnya pada 21 Desember untuk membatalkan apa yang dia sebut sebagai "eskalasi pembangkangan".

"Tidak ada yang akan berubah dalam dua bulan," kata Fernandez tentang intervensi Rajoy, "Itu hanya akan memperpanjang masalah".

"Hari ini, kami semua berkumpul dan bersatu, untuk menyatakan bahwa kami akan mengembalikan Catalonia," kata seorang pembawa acara di hadapan massa.

"Kami tidak akan berhenti sampai melihat mereka di dalam penjara," tambah dia

Jaksa Spanyol mengumumkan bahwa pekan depan mereka akan mengajukan tuduhan "pemberontakan" terhadap Puigdemont, sebuah tindakan kejahatan yang bisa dikenai hukuman penjara hingga 30 tahun.

Di dekat lapangan, satu spanduk besar dengan tulisan yang artinya "Spanyol tidak menyerah" tergantung dari satu bangunan yang diduduki kelompok xenopobia kanan jauh, Hogar Social.

Orang-orang condong keluar cendera dan bersorak saat puluhan pengunjuk rasa memegang bendera Spanish Legion, satu unit angkatan darat, dan sekelompok kecil anggota partai kanan-jauh National Democracy yang berpawai diapik polisi.

Sementara di lapangan, insinyur 38 tahun Jorge Marin, mengatakan : "Pada akhirnya, ini tidak jadi apa-apa."

"Warga Catalan tidak serius, dan kami tidak serius, karena mereka tidak benar-benar mendapat kemerdekaan, dan kami tidak akan memasukkan mereka ke penjara atas apa yang mereka lakukan," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Baca juga artikel terkait REFERENDUM CATALUNYA atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yandri Daniel Damaledo
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight