Respons Istana Soal Pesawat Jokowi Berputar sebelum Tiba di Munich

Reporter: Andrian Pratama Taher - 27 Jun 2022 19:54 WIB
Menurut Bey pesawat kepresidenan melakukan aksi berputar 360 derajat di antara Turki & Iran karena menyesuaikan dengan waktu kedatangan di Munich, Jerman.
tirto.id - Pesawat Presiden Joko Widodo dengan nomor penerbangan GA1/GIA1 terekam sempat berputar-putar di daerah antara Turki dan Iran. Hal itu terjadi saat pesawat Presiden Jokowi pergi dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ke Munich, Jerman pada Minggu (26//6/2022)

Peristiwa itu terungkap dalam aplikasi penerbangan Flightradar24.com. Hal itu juga disinggung pengamat penerbangan Gerry Soejatman.

"OK, can someone tells me what was going on here? It's carrying the #president... things like this raises questions... why the 360 turn? #Indonesia," ujar Gerry di akun twitternya @GerryS dengan tangkapan layar penerbangan Jokowi via Flightradar24.

Tirto sudah mendapat izin untuk mengutip cuitan tersebut pada Senin (27/6/2022).

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin memberikan penjelasan. Menurut Bey pesawat kepresidenan melakukan aksi berputar-putar berkaitan dengan waktu ketibaan.

Bey mengatakan pesawat bisa tiba lebih cepat daripada slot penerbangan yang diberikan. Di sisi lain, kedatangan pesawat presiden pun bisa sesuai jadwal.

"Agar kedatangan pesawat GIA-1 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, pilot melakukan holding guna menyesuaikan waktu ketibaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," kata Bey saat dikonfirmasi, Senin (27/6/2022).

Bey menuturkan, kebijakan tersebut sudah dikomunikasikan dan disetujui Sekretaris Militer Marsda TNI Tonny Harjono yang ikut dalam rombongan.

"Dan hal itu sudah dikomunikasikan dan disetujui Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono yang turut serta dalam penerbangan tersebut," kata Bey.


Baca juga artikel terkait PESAWAT KEPRESIDENAN atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto

DarkLight