Menuju konten utama

Respons Anies Terkait Tawaran Jadi Menteri di Kabinet Prabowo

Anies Baswedan angkat bicara mengenai ajakan menjadi menteri di pemerintahan Prabowo Subianto.

Respons Anies Terkait Tawaran Jadi Menteri di Kabinet Prabowo
Anies Baswedan ketika berorasi di Lapangan Jayaraga Garut, Kamis (8/2/2024). tirto.id/Fajar Nur

tirto.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, angkat bicara mengenai ajakan menjadi menteri di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Isu ini berhembus usai Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.

Secara langsung, Prabowo sendiri memang mengajak NasDem untuk merapat di pemerintahan akan datang. Namun, ajakan tersebut belum diterima dan masih dipertimbangkan oleh NasDem.

Anies mengatakan, pihaknya saat ini masih konsentrasi untuk proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, perjalanan masih panjang, karena siapapun presiden terpilih pembentukan kabinetnya baru pada Oktober mendatang.

"Jadi apapun yang dikatakan hari ini, semuanya sifatnya spekulatif. Jadi membicarakan [peluang bergabung] itu sekarang itu masih panjang, masih panjang," kata Anies di NasDem Tower, Jakarta, Jumat (22/3/2024) malam.

Sementara saat disinggung mengenai tawaran menteri dari Prabowo Subianto, Anies tidak menjawab secara spesifik. Eks Gubernur DKI Jakarta itu, mengaku tetap akan menunggu keputusan MK terlebih dahulu.

"MK-nya belum selesai, kita tunggu MK. MK itu proses selesai baru dari situ kita bicara tentang langkah-langkah ke depan," ujar dia.

Capres terpilih, Prabowo Subianto, sebelumnya mengakui mengajak Partai Nasdem untuk bergabung ke dalam koalisi yang mendukung pemerintahan yang akan dipimpinnya nanti.

Hal itu disampaikan Prabowo usai menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024). Pertemuan tertutup antara Prabowo-Surya Paloh berlangsung sekira 40 menit.

"Saya selalu menawarkan, saya selalu mengajak," kata Prabowo disambut tawa oleh Surya Paloh.

Paloh pun mengonfirmasi bahwa Prabowo mengajaknya bergabung ke koalisi pemerintahan baru. Menurut dia, ajakan tersebut merupakan bentuk penghargaan dari Prabowo untuk NasDem.

Surya Paloh belum mau mengungkapkan secara rinci apakah parpolnya akan bergabung bersama Prabowo dan koalisinya.

Saat ditanya kembali, Paloh mengakui bahwa memang ada kemungkinan parpolnya akan bergabung bersama Gerindra dan koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.

Paloh menjawab soal kemungkinan bergabung bersama Prabowo tanpa adanya keraguan. Suaranya tegas seperti Paloh ketika mengumumkan Anies Baswedan menjadi capres untuk Pilpres 2024 pada 2022 silam.

"Kita lihat perkembangan ke depan," kata Paloh.

"[Kemungkinan bergabung bersama Prabowo] fifty-fifty possibility ya," lanjut dia

Baca juga artikel terkait ANIES BASWEDAN atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Politik
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang