Indeks Surabaya Black Hat

Hukum
Selasa, 20 Mar 2018

Polisi Buru 3 Pelaku Surabaya Black Hat

“6 orang sedang disidik, kemudian 3 tertangkap, 3 lagi posisinya belum diketahui. Masih kami lakukan pengejaran,” kata Roberto.
Hukum
Selasa, 20 Mar 2018

Polri Minta PPATK Telusuri Rekening Peretas Surabaya Black Hat

Polisi meminta bantuan kepada PPATK untuk menelusuri aliran dana di rekening kelompok hacker "Surabaya Black Hat", terkait adanya kemungkinan pihak lain yang juga ikut terlibat dalam kasus tersebut.
Hukum
Jumat, 16 Mar 2018

Pendiri Surabaya Black Hat Tak Menolak Jika Diminta Bantu Polri

Menurut KPS, pendiri Surabaya Black Hat, tidak ada orang yang menolak bekerja untuk kepolisian.
Hukum
Kamis, 15 Mar 2018

Alasan Surabaya Black Hat Sasar Situs di Luar Negeri

Alasan Surabaya Balck Hat meretas situs luar negeri dan tidak menyasar Indonesia untuk menghindari hukuman pidana.
Hukum
Kamis, 15 Mar 2018

Surabaya Black Hat Akui Kerap Meretas Situs Online Shop

Situs online shop dianggap sebagai yang paling menarik untuk diretas komplotan Surabaya Black Hat.
Teknologi
Kamis, 15 Mar 2018

Kisah Hacker Surabaya: dari Point Blank hingga ke 42 Negara

Seorang anggota Surabaya Black Hat bercerita bagaimana awal mula tertarik dengan dunia peretasan dan pada akhirnya bergabung dalam sindikat.
Hukum
Rabu, 14 Mar 2018

Surabaya Black Hat Juga Rajin Retas Situs Pemerintah di Jawa Timur

Selain meretas banyak situs di puluhan negara, kelompok Surabaya Black Hat juga menyerang website milik institusi pemerintahan di Jawa Timur.
Hukum
Rabu, 14 Mar 2018

Anggota Surabaya Black Hat adalah Mahasiswa Teknologi Informasi

Pelaku adalah mahasiswa jurusan teknologi informasi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.
Hukum
Selasa, 13 Mar 2018

Surabaya Black Hat Bobol Ribuan Sistem di 40 Negara

Black Hat Surabaya meminta korban untuk membayar sejumlah uang melalui Paypal dan Bitcoin.
Hukum
Selasa, 13 Mar 2018

Polda Metro Jaya Tangkap 2 Hacker Surabaya Black Hat

"Mereka kemudian mengancam atau menakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang," jelas Argo.