Menuju konten utama

Alasan Surabaya Black Hat Sasar Situs di Luar Negeri

Alasan Surabaya Balck Hat meretas situs luar negeri dan tidak menyasar Indonesia untuk menghindari hukuman pidana.

Alasan Surabaya Black Hat Sasar Situs di Luar Negeri
Ilustrasi Hacker. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Pelaku Surabaya Black Hat (SBH) yang tertangkap, KPS, ATN, dan NA menyasar situs di luar negeri. Ketiganya menyatakan tidak pernah meretas atau mencari celah keamanan situs di Indonesia dan meminta bayaran.

Direktorat Tindak Pidana Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan mengatakan, pelaku sengaja tidak menyasar Indonesia untuk menghindari hukuman pidana. Hal ini ditegaskan Adi hari Kamis (15/3/2018) di Polda Metro Jaya.

"Mereka hack luar negeri dengan harapan orang itu 'kan akan terbatas akses untuk Indonesia. Kedua, untuk trace ke sini 'kan susah harus pakai IP Indonesia. Mereka berlindung di balik itu mereka pikir nggak tersentuh segala macam. Semakin orang resah mereka akan semakin banyak mengejar [meretas]," katanya.

Adi mengklaim, KPS selaku pendiri Surabaya Black Hat pernah meretas situs pemerintah di Jawa Timur. Saat itu, kasus ditangani oleh Polrestabes Surabaya. Kejadian yang terjadi tahun 2018 itu kemudian tidak ditemukan pelakunya.

"Mereka 'kan merasa aman-aman saja, tidak pernah merasa tersentuh," tegasnya lagi.

Adi menegaskan, pelaku Surabaya Black Hat yang dijadikan tersangka sudah bertambah menjadi 9 orang. 6 orang sudah melarikan diri dan masih dalam pengejaran.

Adi menerangkan, FBI hanya meminta penahanan 3 orang, sedang sisanya merupakan hasil pengembangan Polda Metro Jaya. Ada yang kabur ke daerah Mojokerto dan Kediri.

"Nanti iya pasti DPO dong. Sekarang belum di DPO kan. Belum masih proses," ucapnya lagi.

Meski ada ratusan anggota SBH di grup Facebook, Adi menjelaskan tidak akan memeriksa semuanya. Tercatat sampai saat ini ada 990 akun yang terdaftar. Sulit mengetahui akun tersebut bergabung untuk melakukan peretasan atau hanya berbagi informasi.

"Yang 9 itu yang mengajar, yang lomba. Jadi di sesama mereka itu ada persaingan internal," tandasnya. "Kan ada bandung Black Hat, ada Jakarta Black Hat. Black hat itu istilah umum. Mereka pelaku hacking dengan motif uang. Pokoknya kalau pakai Black Hat udah tau itu motivasinya uang. nggak ada yang lain."

Sedangkan KPS menyangkal telah melakukan peretasan pada situs Indonesia. Menurutnya, SBH hanya meretas situs asing. Soal peretasan situs pemerintah provinsi Jawa Timur, ia mengatakan, "Bukan saya."

Ia juga menegaskan bahwa alasan tidak meretas situs Indonesia bukan karena faktor keamanan.

"Saya tidak mau minta [uang] ke orang Indonesia yang saudara sendiri," katanya. "Meskipun kami peretas bukan berarti kami hancurin negara sendiri."

Baca juga artikel terkait KEJAHATAN SIBER atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Hukum
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Yantina Debora