Indeks Sejarah

Sosial Budaya
Kamis, 8 Sept 2016

Alumni Sekolah KW III

Sekolah Kolonial ini diniatkan Kerajaan Belanda untuk menghasilkan abdi-abdi kolonial. Namun, banyak di antara mereka justru mendukung Republik Indonesia.
Sosial Budaya
Rabu, 7 Sept 2016

Hilangnya Warisan Budaya Indonesia

Para kolektor asing berani membayar tinggi naskah kuno atau artefak asli Indonesia. Harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Pemerintah kurang merespons karena belum fokus dalam pengelolaan warisan budaya.
Kolumnis
Jumat, 2 Sept 2016

Kala Sejarah(wan) Bersertifikasi

Pemerintah tiba-tiba melempar wacana untuk membuat sertifikasi bagi para sejarawan. Dalihnya agar sejarawan bisa mengirim 'karangan' ke jurnal internasional. Namun rencana ini bisa kontra produktif bila sertifikasi bersifat pendataan atau kontrol semata sehingga tidak ada manfaat yang bisa mengembangkan sejarawan untuk terus berkarya.
Sosial Budaya
Senin, 29 Agt 2016

Para Haji di Persimpangan Kiri

Dalam sejarah pergerakan nasional, selain orang terpelajar yang pernah di sekolah Belanda, para haji pun juga aktif dalam pergerakan nasional. Sebagian bahkan harus bernasib malang karena dibuang.
Sosial Budaya
Sabtu, 27 Agt 2016

Bir, Minuman Gagah-gagahan Warisan Belanda

Pada awal abad ke-20, bir adalah minuman laki-laki yang diperkenalkan orang-orang Belanda di Indonesia. Orang Indonesia pun banyak menyukainya sehingga industri ini membesar.
Humaniora
Jumat, 26 Agt 2016

Para Jenderal dari Tanah Batak

Posisi tertinggi militer di Indonesia pernah dipegang oleh jenderal-jenderal Batak. Mereka berasal dari beragam marga, mula dari Panjaitan, Nasution, Siregar, dan marga lain.
Sepakbola
Rabu, 24 Agt 2016

Tionghoa di Dunia Olahraga Indonesia

Selain jago berdagang, orang-orang Tionghoa di Indonesia juga dikenal jago bermain bulutangkis. Namun, beberapa di antara mereka ternyata juga berprestasi di cabang olahraga lainnya seperti sepakbola, basket, Tenis, Tinju dan lainnya, juga berdarah Tionghoa.
Selasa, 23 Agt 2016

Melihat Sejarah Indonesia di Pameran 'Indonesian Archives'

Pameran yang berlangsung sampai tanggal 31 Agustus 2016 tersebut memamerkan koleksi ANRI yang berkaitan dengan sejarah Indonesia di bidang politik, ekonomi, dan seni melalui teks, foto, dan audiovisual.
Hobi
Sabtu, 20 Agt 2016

Mewarnai Foto Hitam Putih

Masa lalu tak lagi di lihat hitam dan putih saja. Masa lalu punya warna lain selain hitam dan putih. Itulah mengapa orang-orang yang hobi mewarnai foto lawas itu merekontruksi sejarah melalui foto mereka.
Sosial Budaya
Rabu, 10 Agt 2016

Nasib Pribumi Depok

Para keturunan budak Chastelein itu kini termasuk orang paling malang. Mereka seperti dijauhkan dari sejarah hanya karena dianggap Belanda. Padahal mereka punya darah Indonesia juga. Nenek moyang mereka berjasa membuka lahan yang kini menjadi kota Depok.
Gaya Hidup
Rabu, 10 Agt 2016

Perupa Lekra Sahabat Soekarno

Sebagai pecinta keindahan, Soekarno tentu mencintai lukisan. Tak diragukan juga, Soekarno dekat dengan para pelukis Lekra yang dekat dengan PKI. Lukisan-lukisan karya pelukis Lekra menjadi bagian penting dari koleksi lukisan milik Soekarno.
Sosial Budaya
Selasa, 9 Agt 2016

Stonehenge di Inggris

Kawasan Stonehenge di Wiltshire, Inggris salah satu lokasi yang kerap muncul crop circle. Kawasan ini merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sosial Budaya
Senin, 8 Agt 2016

Orang-orang Indonesia di Kubu NICA

Di masa revolusi, banyak orang-orang Indonesia yang ingin NICA menjajah kembali Indonesia. Keberpihakan itu biasanya karena dorongan rasa mapan, kesetiaan yang mengakar atau masalah politis lainnya.
Humaniora
Rabu, 3 Agt 2016

Tole, Mima, dan Sepenggal Kisah Heroik WNI di Israel

Kisah kemanusiaan ini datang dari negeri seberang. Dari warga negara Indonesia, yang menjadi pahlawan dalam tragedi Holocaust di negeri kincir angin. Penolongnya adalah dua orang asli Indonesia, Tole Madna dan Mima Saina.
Sosial Budaya
Selasa, 2 Agt 2016

Jejak Yahudi dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan Indonesia disumbang oleh beragam etnis dan agama, tak terkecuali keturunan Yahudi. Para Yahudi dari Belanda, Australia, maupun dari Amerika itu memberikan sumbangan yang tidak kecil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Hukum
Minggu, 31 Juli 2016

Westerling Pun Tersenyum

Pekan lalu, saat masih menjabat menkopolhukam, Luhut Pandjaitan menanggapi temuan International People's Tribunal 1965 bahwa Indonesia melanggar HAM dan melakukan genosida dengan sikap ogah kalah. Ia menyatakan akan mempersoalkan juga kasus pasukan Westerling yang membunuh ribuan warga sipil Indonesia pasca-1945 ke PBB. Mari periksa, sudah sejauh mana Belanda bersikap soal Westerling.
Film
Minggu, 31 Juli 2016

Parade Bom Seks Tanah Air

Sejarah film Indonesia tak pernah bisa lepas dari bom seks. Di masa lalu, penampilan artis-artis panas ini merupakan daya tarik tersendiri. Film yang ada bom seksnya pun masih dikenang hingga kini.
Sosial Budaya
Jumat, 29 Juli 2016

Angkatan Udara Berjuang dan Berkorban

Tanggal 29 Juli 1947 merupakan hari penting bagi Angkatan Udara. Operasi udara mengebom posisi lawan sukses dilakukan di tiga kota yang diduduki Belanda. Namun, operasi itu harus dibayar mahal dengan nyawa tiga perwira pentingnya.
Sosial Budaya
Minggu, 3 Juli 2016

Indonesia Asli Indonesia La Galigo

Meski tak banyak orang Indonesia tahu, La Galigo adalah karya sastra terbesar yang dimiliki Indonesia, bahkan sudah diakui dunia sebagai Memory of the World oleh UNESCO. Sekilas, cerita La Galigo tak kalah seru ketimbang cerita lain. Sementara kebanyakan orang Indonesia masa kini lebih tergila-gila pada cerita dari Turki.
Jumat, 1 Juli 2016

"Sultan Hamid II Tidak Terbukti Melakukan Makar"

Tak banyak orang Indonesia tahu Sultan Hamid II dari Pontianak adalah perancang Lambang Negara Garuda Pancasila akan diajukan sebagai Pahlawan Nasional oleh Yayasan Sultan Hamid II. Setelah Republik Indonesia Serikat (RIS) bubar, Sultan Hamid II pun tersingkir dari panggung politik. Selaku Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Anshari Dimyati mengajukan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya sebagai perancang lambang negara Garuda Pancasila. Berikut wawancara Tirto.ID dengan Anshari Dimyati: