Indeks Sejarah

Memperjuangkan Pahlawan Nasional untuk Perancang Garuda
Sebagai perancang lambang negara Garuda Pancasila, Sultan Hamid II layak menjadi Pahlawan Nasional. Yayasan Sultan Hamid II sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah Kalimantan Barat, dan juga sudah menghadap Menteri Sosial RI.
Eks Letnan KNIL Merancang Garuda Pancasila
Sultan Hamid II adalalah lawan politik Soekarno. Ia juga dikenal sosok antagonis dalam sejarah Indonesia. Namun, Hamid juga yang merancang lambang negara Garuda Pancasila. Sayangnya, ia tak kunjung dijadikan pahlawan nasional karena dianggap federalis.
Filosofi Peci
Bagi orang Indonesia, peci bukan cuma untuk salat di masjid saja. Lebih dari itu, peci juga merupakan bagian dari sejarah Indonesia, yang dipakai para pejuang dan pendiri Republik Indonesia.
Negara Minim Museum
Meski jumlah museum Indonesia tergolong masih sedikit, tetapi ragamnya cukup banyak. Sayangnya, lebih dari setengah museum yang ada di Indonesia hanya terjangkau untuk orang-orang di Pulau Jawa.
Revolver Pitung dan Tuak Manis Terakhirnya
Pitung memang jago silat Betawi Jakarta yang bisa melumpuhkan jawara-jawara atau opas-opas polisi kolonial. Rupanya, Pitung tidak ketinggalan zaman. Menurut surat kabar Hindia Olanda, Pitung juga beraksi pakai pistol.
Sejarah Malaysia Airlines
Pada mulanya, maskapai milik Malaysia bernama Malaysia-Singapore Airlines. Ini sebelum Singapura memisahkan diri dari Federasi Malaysia pada 1965.

Legenda Dinasti Politik Kennedy
Politik dinasti tak hanya ada di Indonesia. Di Amerika Serikat, ada Dinasti keluarga Kennedy yang begitu melegenda. Bedanya, mereka menapaki jalur politik dengan kompetensi.
Kapal Replika Majapahit Napak Tilas di Jepang
Kedekatan sejarah antara Kerajaan Majapahit dengan Jepang sudah terekam dalam sejarah. Ditemukannya keris Majapahit di Okinawa, Jepang menjadi salah satu bukti. Untuk itu, Kemenko Kemaritiman mengadakan ekspedisi "Spirit of Majapahit" sebagai napak tilas perjalanan sejarah tersebut.

Megawati Minta Agar Sejarah Tidak Dianggap Barang Rongsokan
Megawati menyampaikan pesan kepada kaum muda agar jangan sekali-kali menganggap sejarah sebagai barang rongsokan. Menurut Megawati, jika generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa adalah generasi muda yang a historis, maka bagaimana masa depan bangsa dan negara.
Negara Harus Berkomitmen pada Kebebasan Sipil
Arie Sudjito Pembina Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan negara harus memiliki komitmen dan mempertegas soal kebebasan sipil.
Kuburan Massal 1965 Bisa Ungkap Kebenaran Sejarah
Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia (UI) Tamrin Amal Tomagola mengatakan pembongkaran kuburan massal bisa menuntun pemerintah untuk mengungkap kebenaran sejarah terkait tragedi 1965. Untuk itu, ia mendesak pemerintah untuk segera melakukannya dan meminta maaf atas nama kemanusiaan. Menurutnya, rekonsiliasi yang melibatkan negara adalah yang paling penting, mengingatkan peran negara signifikan dalam tragedi pembunuhan massal tersebut.

Tionghoa Melawan Belanda, Penggalan Sejarah yang Terlupakan
Tak banyak dari kita yang tahu ada Tionghoa yang melawan Belanda pernah terjadi perlawanan orang-orang Tionghoa terhadap VOC

Juru Kunci Tan Malaka
Tak ada manusia yang lebih mengenal Tan Malaka selain Harry Albert Poeze. Hidup dan karir akademiknya didedikasikan untuk meneliti Tan Malaka.
Masuk tirto.id








