Indeks Politik Bahasa

Bias Toponimi ala Kolonial untuk Dunia Timur
Kolonialis acap menciptakan toponimi bagi negara jajahannya, dari "far east" sampai "middle east". Seolah merekalah pusatnya, yang lain hanyalah objek.

Mengapa Bahasa Belanda Tak Berkembang di Indonesia?
Bahasa Belanda tak merebak luas di Indonesia, tak seperti koloni lain. Sebab, pemerintah kolonial tak pernah sudi mengajarkan bahasanya kepada pribumi.

Eufemisme, Memperhalus Bahasa Mengaburkan Fakta
Penggunaan eufemisme tak pernah lepas dari bahasa komunikasi penguasa kepada rakyatnya. Ia berusaha memperhalus kata dan mengaburkan fakta yang sebenarnya.

Candu Akronim di Indonesia: Dari Sarman hingga Nataru
Akronim pada mulanya digunakan untuk keperluan militer. Seiring waktu kian populer di tengah khalayak karena sering dipakai oleh para jurnalis.

Sejarah Kongres Bahasa Indonesia I: Meresmikan Bahasa Persatuan
Kongres Bahasa Indonesia I meresmikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Digerakkan para wartawan dan cendekiawan.

Orang Ngapak Bukannya Kasar, Tapi Blak-blakan dan Apa Adanya
Jauh dari keraton (Solo atau Yogyakarta), orang Banyumasan bebas dari unggah-ungguh priyayi.

Bahasa dan Uang, Bikin Cina dan Arab Saudi Makin Mesra
Bahasa Mandarin akan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dari tingkat sekolah sampai universitas di Arab Saudi.

Belanda Butuh Alat Propaganda, Lahirlah Balai Pustaka
Balai Pustaka pernah jadi penerbit buku sastra nomor wahid, namun jatuh karena salah urus.

Keminggris Anies Baswedan dan Kemlondo Pejabat Era Sukarno
Gaya keminggris pejabat kita saat ini bukan fenomena baru. Dulu banyak pejabat kita yang kemlondo.

Loyalitas Terbelah: Etnis Rusia di Estonia Pasca-Runtuhnya Soviet
Bagaimana sejarah pendudukan Soviet dan politik bahasa pasca-Perang Dingin menciptakan ketimpangan dan masalah integrasi sosial di Estonia?

Keminggris dan Bahasa Belanda di Indonesia
Soal wilajah, orang dan pemerintah Indonesia djelas super nasionalis. Tapi soal bahasa, "NKRI Harga Mati" tidak pernah berlaku.

Serapah Politikus: Agresif dan Tidak Intim
Kata-kata serapah yang dilontarkan pejabat atau politisi kerap menimbulkan persoalan karena dinilai tidak sopan. Dalam konteks tertentu, penggunaan serapah justru menunjukkan keakraban.
Masuk tirto.id








