Indeks Menteri Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi

BRIN Gandeng Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem Riset Nasional
BRIN dan Kemdiktisaintek mengintegrasikan ekosistem riset nasional melalui pendanaan senilai Rp8 triliun.

Menristekdikti: Biaya UKT Berdasarkan Kemampuan Ekonomi Mahasiswa
Menristekdikti mengatakan bagi mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu, tidak dikenakan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT.

Peresmian PLTSa Bantar Gebang, Nasir: Sampah Membersihkan Sampah
PLTSa ini ke depan akan diusulkan masuk ke dalam lelang elektronik, sehingga tidak perlu lagi proyek ini masuk proses lelang.

Sekolah sampai Tua dan Selamanya
Pendidikan seharusnya dinikmati manusia sampai akhir hayatnya.
Kualitas Perguruan Tinggi Dinilai Masih Memprihatinkan
Penyebab rendahnya mutu akreditasi adalah kurangnya sarana prasarana, kualitas sumber daya manusia, riset, keterlibatan mahasiswa, publikasi, dosen, dan lainnya.

Menteri Tetapkan Tidak Ada Kenaikan UKT
Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk tahun ajaran baru 2017 ditetapkan tidak akan mengalami kenaikan.
Jurnal Internasional, Syarat Lektor Kepala Peroleh Tunjangan
Syarat memperoleh tunjangan profesi bagi Lektor Kepala antara lain harus menghasilkan paling sedikit tiga karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional atau jurnal internasional terakreditasi dalam kurun waktu tiga tahun.
Dana Riset Indonesia Paling Rendah di Asia Tenggara
Anggaran penelitian di Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Menristekdikti: PTN Harus Utamakan Siswa Kurang Mampu
Nasir mengatakan, siswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikannya akan dibiayai negara melalui program Bidikmisi.
ITB Masih Menjadi Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia
Adapun 12 besar universitas terbaik di Indonesia adalah ITB, UGM, UI, IPB, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi 10 November, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, dan Universitas Sebelas Maret.
Menristek: Bela Negara Bisa Cegah Ilmuwan Diaspora
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan program bela negara bisa mencegah para lulusan terbaik, peneliti, dan ilmuwan universitas menjadi diaspora atau pergi bekerja di luar negeri.
Masuk tirto.id








