Indeks Intelijen

Mayor Jenderal Magenda dan Penculik Para Jenderal
Ernest Julius Magenda adalah komandan pasukan di sekitar Jawa Timur bagian timur. Mantan anak buahnya ada yang jadi pelaku G30S dan dia sendiri menjadi perwira tinggi intel Indonesia.

Bocornya Teknik Mata-mata CIA di Perangkat Teknologi
CIA memanfaatkan celah keamanan pada beragam perangkat pintar untuk memperoleh data.

Roeder, Mata-mata Eks SS-Nazi dan Penulis Biografi Soeharto
Roeder adalah mata-mata Jerman yang datang ke Indonesia sebagai wartawan berlatar belakang sosiolog. Ia punya masa lalu sebagai perwira SS. Namanya mirip dengan nama penulis biografi Soeharto.

Pemerintah AS Melonggarkan Sanksi Badan Intelijen Rusia
Pemerintah Amerika Serikat melakukan pelonggaran sanksi terhadap salah satu badan intelijen Rusia yang pada pemerintahan mantan Presiden Barack Obama dijatuhi sanksi.

Sekspionase dalam Perang dan Damai
Seks jadi alat spionase mujarab. Beberapa perempuan mengisi kisah percaturan agen intelijen dunia untuk menciutkan kekuatan lawan.
SBY Bicara 3.309 Kata, Jokowi Hanya Tertawa
Menurut informasi intelijen yang diterima SBY: ada informasi intelijen yang menyebut partai politik tertentu di belakang demonstrasi 4 November. Dan Jokowi hanya tertawa.

Perang Satelit dan Era Perang Tanpa Prajurit
Perang di masa depan bisa mengurangi peran manusia. Kemajuan teknologi mata-mata dan perkembangan penghancuran massal bisa meminimalisir peperangan darat dan pengerahan kombatan dalam jumlah besar. Teknologi satelit menjadi kunci.

"Banyak Agen Intelijen Asing Beroperasi di Indonesia"
Dunia spionase bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Keterlibatan CIA dalam penumbangan rezim Soekarno dan pembersihan paham komunisme menjadi catatan kelam perjalanan bangsa.

Jejak-jejak CIA di Indonesia
Ketika perang dingin pecah, Indonesia menjadi sarang agen-agen KGB melakukan kegiatan spionase. Tak terkecuali keterlibatan CIA dalam aksinya melancarkan spionase menghadang komunis di Indonesia. Badan intelijen negeri Paman Sam itu terendus dalam keterlibatan penggulingan Presiden Soekarno dari tampuk kekuasaan.

Misi Rahasia Mata-mata di Indonesia
Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, Indonesia dipandang dunia luar sebagai sebuah aset. Lembaga telik sandi luar negeri punya misi di balik keberadaan mereka di Indonesia. Kekayaan alam nasional Indonesia menjadi daya pikat intelijen pelbagai negara buat menjalankan misi mereka.

Mencari Para "Pengkhianat" di Indonesia
Kegiatan spionase badan intelijen asing di Indonesia bukan hal baru. Sampai saat ini, perekrutan orang Indonesia untuk menjadi mata-mata asing masih terus berjalan. Lembaga telik sandi dari berbagai negara merekrut orang-orang Indonesia sebagai penyuplai informasi, juga pemberi data rahasia. Menurut kacamata intelijen, orang-orang ini disebut sebagai “pengkhianat”.
Jika Kepala Intelijen Bukan Kepercayaan Presiden
Budi Gunawan yang gagal menjadi Kapolri, segera dilantik menjadi Kepala BIN. Ia akan menjadi Kepala BIN yang notabene bukan “sekutu” presiden, seperti Sutiyoso. Di era sebelum Presiden Jokowi, Kepala BIN merupakan "orang dekat" presiden, bukan hasil kompromi.
Budi Gunawan Siap Optimalkan Koordinasi Intelijen BIN
Koordinasi fungsi intelijen oleh BIN dinilai masih lemah karena kuatnya ego sektoral antarmasing-masing institusi. Dalam uji kelayakan di DPR, Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN yang baru akan melakukan optimalisasi koordinasi melalui program yang profesional, objektif, dan berintegritas.
Wiranto: Terorisme Tidak Kenal Batas Negara
Menkopolhukam Wiranto menekankan agar negara tidak kaku dalam menghadapi terorisme sebab tidak mengenal batas-batas formal negara. Untuk itu, diperlukan kerja sama peningkatan intelijen antarnegara.
Masuk tirto.id







