Indeks Bin

Jejak-jejak CIA di Indonesia
Ketika perang dingin pecah, Indonesia menjadi sarang agen-agen KGB melakukan kegiatan spionase. Tak terkecuali keterlibatan CIA dalam aksinya melancarkan spionase menghadang komunis di Indonesia. Badan intelijen negeri Paman Sam itu terendus dalam keterlibatan penggulingan Presiden Soekarno dari tampuk kekuasaan.

Misi Rahasia Mata-mata di Indonesia
Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, Indonesia dipandang dunia luar sebagai sebuah aset. Lembaga telik sandi luar negeri punya misi di balik keberadaan mereka di Indonesia. Kekayaan alam nasional Indonesia menjadi daya pikat intelijen pelbagai negara buat menjalankan misi mereka.

Mencari Para "Pengkhianat" di Indonesia
Kegiatan spionase badan intelijen asing di Indonesia bukan hal baru. Sampai saat ini, perekrutan orang Indonesia untuk menjadi mata-mata asing masih terus berjalan. Lembaga telik sandi dari berbagai negara merekrut orang-orang Indonesia sebagai penyuplai informasi, juga pemberi data rahasia. Menurut kacamata intelijen, orang-orang ini disebut sebagai “pengkhianat”.
Kejanggalan Raibnya Laporan TPF Pembunuhan Munir
Kasus pembunuhan Munir masih meninggalkan misteri hingga kini. Dalang pembunuhan masih belum terungkap meski dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta kasus sudah diserahkan pada Juni 2005. Kini, dokumen itu justru dilaporkan hilang. Padahal keterlibatan aktor pembunuh Munir di lembaga negara dipaparkan di dalamnya.
Pelantikan Kepala BIN Budi Gunawan
Presiden melantik Kepala BIN Jenderal Pol. Budi Gunawan yang menggantikan Sutiyoso.

Yoga Soegomo, Kepala Intelijen yang Minta Soeharto Mundur
Soeharto sangat mempercayai sosok Yoga Soegomo dan menunjuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin). Hebatnya, pada tahun 1988, berdasarkan laporan intelijen yang dimiliki, Yoga ternyata pernah menyarankan Soeharto mundur sebagai presiden. Analisa Yoga terbukti sepuluh tahun kemudian.
Langkah Budi Menuju Kantor Telik Sandi
Komisaris Jenderal (Pol) Budi Gunawan menjadi perbincangan hangat setelah DPR memastikan langkahnya menjadi Kepala BIN. Mantan ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjabat wapres dan presiden itu, bakal duduk menggantikan Mayor Jenderal (Purn) Sutiyoso.
Jika Kepala Intelijen Bukan Kepercayaan Presiden
Budi Gunawan yang gagal menjadi Kapolri, segera dilantik menjadi Kepala BIN. Ia akan menjadi Kepala BIN yang notabene bukan “sekutu” presiden, seperti Sutiyoso. Di era sebelum Presiden Jokowi, Kepala BIN merupakan "orang dekat" presiden, bukan hasil kompromi.
DPR Setuju Budi Gunawan Kepala BIN
Rapat paripurna DPR menyutujui pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kepala BIN menggantikan Sutiyoso.

Selangkah Lagi BG Jabat Kepala BIN
Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) selangkah lagi akan menjadi kepala BIN menggantikan Sutiyoso. Pada uji kelayakan dan kepatutan di DPR, BG sudah dinilai layak dan patut menjalankan institusi intelijen tersebut. Selanjutnya BG hanya menunggu kepastian dari presiden terkait pengangkatannya.
DPR Terima Surat Usulan Pergantian Kepala BIN
Presiden Joko Widodo mengusulkan Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan yang kini menjabat Wakil Kepala Polri untuk memimpin BIN menggantikan Sutiyoso.

Sutiyoso, Kudatuli, dan Reshuflle
Indonesia dihadapkan pada tantangan keamanan global dan lokal. Di tingkat global, Indonesia dihadapkan pada sejumlah kasus seperti penyanderaan, ancaman teror ISIS, dan konflik di Laut Cina Selatan. Di dalam negeri berbagai kasus kerusuhan massa dan teror bom dua kali terjadi. Ada dugaan intelijen negara kecolongan dalam kasus-kasus itu.
DPR Nilai Kinerja BIN Lemah Terkait Vaksin Palsu
Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) lemah, karena tidak bisa mendeteksi dan mengungkap vaksin palsu. Padahal hal tersebut dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap kepentingan dan keamanan nasional.

BIN: Pemulangan Samadikun Hartono Masih Proses
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan pemulangan buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono belum bisa dipastikan dan masih dalam proses, karena harus mengikuti mekanisme internasional.

Komisi I: Pemerintah Tak Perlu Penuhi Permintaan Abu Sayyaf
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta Pemerintah Indonesia mengedepankan cara diplomasi dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia yang disandera Kelompok Abu Sayyaf (ASG). Pemerintah Indonesia tidak perlu memenuhi permintaan tebusan yang diminta organisasi teroris tersebut.

WNI Disandera Abu Sayyaf, Pemerintah Didesak Bergerak Cepat
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta pemerintah mengambil langkah taktis untuk membebeskan 10 warga negara Indonesia yang diduga disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Pemerintah didesak mengambil langkah cepat karena pihak penyandera memberi batas waktu hanya lima hari untuk menebusnya.

Presiden Lepas Jenazah Korban Heli Poso
Jenazah para korban selanjutnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

TNI Tetap Mewaspadai Travel Warning Australia
Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengatakan peringatan perjalanan dari pemerintah Australia tersebut bukan hal baru bagi Indonesia.
Masuk tirto.id








