Indeks Bin

Politik
Minggu, 30 Okt 2016

Misi Rahasia Mata-mata di Indonesia

Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, Indonesia dipandang dunia luar sebagai sebuah aset. Lembaga telik sandi luar negeri punya misi di balik keberadaan mereka di Indonesia. Kekayaan alam nasional Indonesia menjadi daya pikat intelijen pelbagai negara buat menjalankan misi mereka.
Minggu, 30 Okt 2016

Mencari Para "Pengkhianat" di Indonesia

Kegiatan spionase badan intelijen asing di Indonesia bukan hal baru. Sampai saat ini, perekrutan orang Indonesia untuk menjadi mata-mata asing masih terus berjalan. Lembaga telik sandi dari berbagai negara merekrut orang-orang Indonesia sebagai penyuplai informasi, juga pemberi data rahasia. Menurut kacamata intelijen, orang-orang ini disebut sebagai “pengkhianat”.
Minggu, 16 Okt 2016

Kejanggalan Raibnya Laporan TPF Pembunuhan Munir

Kasus pembunuhan Munir masih meninggalkan misteri hingga kini. Dalang pembunuhan masih belum terungkap meski dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta kasus sudah diserahkan pada Juni 2005. Kini, dokumen itu justru dilaporkan hilang. Padahal keterlibatan aktor pembunuh Munir di lembaga negara dipaparkan di dalamnya.
Jumat, 9 Sept 2016

Pelantikan Kepala BIN Budi Gunawan

Presiden melantik Kepala BIN Jenderal Pol. Budi Gunawan yang menggantikan Sutiyoso.
Politik
Jumat, 9 Sept 2016

Yoga Soegomo, Kepala Intelijen yang Minta Soeharto Mundur

Soeharto sangat  mempercayai sosok Yoga Soegomo dan menunjuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin). Hebatnya, pada tahun 1988, berdasarkan laporan intelijen yang dimiliki, Yoga ternyata pernah menyarankan Soeharto mundur sebagai presiden. Analisa Yoga terbukti sepuluh tahun kemudian.
Politik
Jumat, 9 Sept 2016

Langkah Budi Menuju Kantor Telik Sandi

Komisaris Jenderal (Pol) Budi Gunawan menjadi perbincangan hangat setelah DPR memastikan langkahnya menjadi Kepala BIN. Mantan ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjabat wapres dan presiden itu, bakal duduk menggantikan Mayor Jenderal (Purn) Sutiyoso.
Kamis, 8 Sept 2016

Jika Kepala Intelijen Bukan Kepercayaan Presiden

Budi Gunawan yang gagal menjadi Kapolri, segera dilantik menjadi Kepala BIN. Ia akan menjadi Kepala BIN yang notabene bukan “sekutu” presiden, seperti Sutiyoso. Di era sebelum Presiden Jokowi, Kepala BIN merupakan "orang dekat" presiden, bukan hasil kompromi.
Kamis, 8 Sept 2016

DPR Setuju Budi Gunawan Kepala BIN

Rapat paripurna DPR menyutujui pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kepala BIN menggantikan Sutiyoso.
Politik
Rabu, 7 Sept 2016

Selangkah Lagi BG Jabat Kepala BIN

Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) selangkah lagi akan menjadi kepala BIN menggantikan Sutiyoso. Pada uji kelayakan dan kepatutan di DPR, BG sudah dinilai layak dan patut menjalankan institusi intelijen tersebut. Selanjutnya BG hanya menunggu kepastian dari presiden terkait pengangkatannya.
Jumat, 2 Sept 2016

DPR Terima Surat Usulan Pergantian Kepala BIN

Presiden Joko Widodo mengusulkan Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan yang kini menjabat Wakil Kepala Polri untuk memimpin BIN menggantikan Sutiyoso.
Politik
Kamis, 28 Juli 2016

Sutiyoso, Kudatuli, dan Reshuflle

Indonesia dihadapkan pada tantangan keamanan global dan lokal. Di tingkat global, Indonesia dihadapkan pada sejumlah kasus seperti penyanderaan, ancaman teror ISIS, dan konflik di Laut Cina Selatan. Di dalam negeri berbagai kasus kerusuhan massa dan teror bom dua kali terjadi. Ada dugaan intelijen negara kecolongan dalam kasus-kasus itu.
Politik
Senin, 18 Juli 2016

DPR Nilai Kinerja BIN Lemah Terkait Vaksin Palsu

Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) lemah, karena tidak bisa mendeteksi dan mengungkap vaksin palsu. Padahal hal tersebut dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap kepentingan dan keamanan nasional.
Senin, 18 Apr 2016

BIN: Pemulangan Samadikun Hartono Masih Proses

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan pemulangan buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono belum bisa dipastikan dan masih dalam proses, karena harus mengikuti mekanisme internasional.
Selasa, 29 Mar 2016

Komisi I: Pemerintah Tak Perlu Penuhi Permintaan Abu Sayyaf

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta Pemerintah Indonesia mengedepankan cara diplomasi dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia yang disandera Kelompok Abu Sayyaf (ASG). Pemerintah Indonesia tidak perlu memenuhi permintaan tebusan yang diminta organisasi teroris tersebut.
Selasa, 29 Mar 2016

WNI Disandera Abu Sayyaf, Pemerintah Didesak Bergerak Cepat

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta pemerintah mengambil langkah taktis untuk membebeskan 10 warga negara Indonesia yang diduga disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Pemerintah didesak mengambil langkah cepat karena pihak penyandera memberi batas waktu hanya lima hari untuk menebusnya.
Sosial Budaya
Selasa, 22 Mar 2016

Presiden Lepas Jenazah Korban Heli Poso

Jenazah para korban selanjutnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Selasa, 1 Mar 2016

TNI Tetap Mewaspadai Travel Warning Australia

Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengatakan peringatan perjalanan dari pemerintah Australia tersebut bukan hal baru bagi Indonesia.