Menuju konten utama

PT SMI Catat 6 Investor Swasta akan Masuk ke IKN

PT SMI mendapatkan kontrak penugasan dari pemerintah untuk melakukan pembiayaan pembangunan IKN sebesar Rp825 miliar.

PT SMI Catat 6 Investor Swasta akan Masuk ke IKN
Pekerja menyelesaikan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/2/2024). ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) membeberkan bakal ada enam investor swasta yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini, PT SMI mendapatkan kontrak penugasan dari pemerintah untuk melakukan pembiayaan pembangunan IKN sebesar Rp825 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, dalam Media Briefing PT Sarana Multi Infrastruktur di PT SMI Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).

"Yang paling deket IKN, yang jelas kontrak gede. Kita dapat kontrak Rp825 miliar, untuk penyiapan project, itu gede,” ucap Edwin.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menyebut bahwa pihak swasta tertarik pada investasi sektor perumahan hingga pendidikan.

"Menariknya saat ini sudah ada pihak swasta yang berinsiatif atau unsolicitied, hampir ada enam calon investor di sektor perumahan dan ada di sektor pendidikan,” ujar Faaris.

Namun demikian, Faaris menyebut pembiayaan untuk infrastruktur dari sektor swasta hingga saat ini belum juga berjalan. Dia menjelaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap mempersiapkan masterplan investasi dan pengembangan organisasi bersama Otorita IKN.

"Ini kita membantu IKN dalam penyiapan proyeknya. Jadi kita melihat proyek yang akan ada partisipasi swasta, kita bantu baik untuk persiapan dokumen ataupun mengevaluasi proposal,” kata dia.

Dalam membantu pembangunan ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tersebut, PT SMI mendukung tiga rencana. Pertama, membantu penerapan skema pendanaan program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Kedua, mempersiapkan fasilitas penyiapan proyek.

“Ketiga, penyedia pembiayaan infrastruktur,” ucap Faaris.

"Yang baru berjalannya ini satu dan dua, sementara untuk pembiayaan masih belum berjalan, karena memang prsesnya masih belum menuju ke arah sana,” imbuhnya.

Media Briefing PT SMI

Media Briefing PT Sarana Multi Infrastruktur di PT SMI Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024). (Tirto.id/Faesal Mubarok)

Kinerja Cemerlang

PT SMI mencatatkan kinerja yang cemerlang pada 2023. Pendapatan perseroan melonjak sebesar 22,8 persen pada tahun lalu. Kemudian membukukan pendapatan senilai Rp7,6 triliun, meningkat dibanding pendapatan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak Rp6,2 triliun.

“Kami tentunya berbahagia dengan pencapaian kinerja kami tahun lalu, yang kembali mencatat pertumbuhan pendapatan. Ini tak lepas dari jerih payah SMI-ers, serta tak lupa juga dukungan dari para stakeholders. Tapi tentu kami tidak puas sampai di sini, karena kami berkomitmen untuk terus tumbuh, dan bisa lebih baik lagi di tahun ini”, ucap Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata.

Gross Income perseroan pada 2023 juga naik dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar 21,4 persen, naik dari posisi Rp3,1 triliun pada 2022, menjadi Rp3,8 triliun pada 2023. Selain itu, aktivitas pembiayaan dan investasi PT SMI, telah berkontribusi pada pembangunan proyek infrastruktur senilai Rp727,3 triliun.

Sementara itu, komitmen pembiayaan di sepanjang tahun lalu adalah sebesar Rp137,7 triliun. Sedangkan angka outstanding pembiayaan dan investasi adalah senilai Rp91,3 triliun. Sedangkan untuk Gross Disbursement pada 2023 adalah Rp15,3 triliun, yang terdiri dari disbursement ke Badan Usaha senilai Rp15 triliun dan ke Pemerintah Daerah sebesar Rp255 miliar.

Selain itu, PT SMI juga akan menguatkan transformasi publik melalui Program Loan, strategi pembiayaan publik dengan klasterisasi, serta penguatan kapasitas riset melalui SMI Institute.

Penguatan organisasi juga dilakukan untuk mendukung transformasi publik, diantaranya program global secondment ke Bank Dunia untuk Cross Learning Program terkait pembiayaan publik.

Baca juga artikel terkait IKN atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Bisnis
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Bayu Septianto