PT PLN Sebut Proyek 35 Ribu MW Baru Terealisasi 3.600 MW

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 2 Agustus 2019
Saat ini PLN tengah berupaya membangun sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di sejumlah daerah terpencil. Sebab di daerah itu sulit dibangun transmisi dan belum tentu memiliki sumber daya alam seperti air.
tirto.id - PT PLN mencatat per semester 1 2019 realisasi pembangkit listrik 35 ribu MW baru mencapai 3.600 MW.

VP Corporate Communication PT PLN, I Made Suprateka mengatakan pada 2019 ini jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun.

“Dari 35 ribu MW, baru 3.600 MW yang masuk ke sistem. Akhir-akhir ini gradual dan naik terus. Ada banyak yang baru-baru ini diresmikan,” ucap I Made kepada wartawan saat ditemui di Kantor Pusat PLN pada Kamis (1/8/2019).

I Made mengatakan meskipun saat ini realisasinya baru 3.600 MW, ia yakin penyelesaian target ini tak akan berlangsung lama. Ia menjelaskan sejumlah proyek yang sudah dikerjakan empat sampai enam tahun ke belakang mulai akan rampung sehingga di 2022-2023 target 35 ribu MW ini bisa tercapai.

“Konstruksi pembangkit itu lama. Punya Adaro kan lama juga proses schedule--nya. Bisa empat tahun. Apalagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bisa lima sampai enam tahun. Jadi completion-nya 2022-2023,” ucap I Made.

I Made mengatakan saat ini ia belum dapat menjelaskan lebih detail mengenai kendala yang dialami pembangunan pembangkit 35 ribu MW ini.

Ia menjelaskan masyarakat perlu menunggu sampai tahun 2022 untuk benar-benar mengetahui hambatan yang terjadi pada proses pembangunan proyek 35 ribu MW ini.

“Nanti tunggu Januari 2022 kan enak nanyanya. Kalau telat bisa dijelasin,” ucap I Made.

Saat ini I Made menjelaskan bahwa PLN tengah berupaya membangun sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di sejumlah daerah terpencil. Sebab di daerah itu sulit dibangun transmisi dan belum tentu memiliki sumber daya alam seperti air.


Baca juga artikel terkait PROYEK 3500MW atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight