PSSI Diminta Beri Sanksi Arema & Panpel atas Tragedi Kanjuruhan

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 3 Okt 2022 21:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
PSSI untuk menjatuhkan sanksi kepada Arema FC dan pihak panpel atas tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang.
tirto.id - Pengamat olahraga, Budiarto Shambazy meminta kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjatuhkan sanksi kepada Arema FC dan pihak panitia pelaksana (Panpel) atas tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan 125 orang.

"Arema perlu diberikan sanksi keras karena tidak bisa mengendalikan suporter yang bertindak di lapangan," kata Budiarto kepada Tirto, Senin (3/10/2022).

Dia menuturkan sanksi yang diberikan seperti pengurangan poin di BRI Liga 1. Mengenai jumlahnya, dia menyerahkan hal tersebut kepada PSSI dan PT LIB. Saat ini Arema FC memiliki 14 poin dan berada di peringkat 9.

Beberapa klub bola di Indonesia juga pernah dijatuhkan sanksi berupa pengurangan poin karena melakukan kesalahan seperti menunggak gaji pemain.

Selain itu, dia juga meminta agar menjatuhkan sanksi kepada Arema untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. Mengenai besarnya, tergantung dari keputusan PT LIB.

Namun, dia mengatakan dengan peristiwa tersebut Arema FC tidak perlu sampai didegradasi.

"Pokoknya Arema harus bertanggung jawab dengan suporternya. Suporter itu dibina oleh klub, asosiasi suporternya," ucapnya.

Selain itu, menurutnya, Panitia Pelaksana (Panpel) acara juga perlu dijatuhkan sanksi karena sampai lalai membuat penonton masuk ke dalam dan membiarkan kepolisian menembakkan gas air mata hingga aparat melakukan tindak kekerasan.

"Panpel-nya harus diusut, apakah semua SOP diterapkan atau tidak. Makanya pemerintah bentuk tim investigasi biar enggak terjadi lagi di masa depan," ucapnya.

Kemudian dia juga meminta agar PSSI menjatuhkan sanksi agar Stadion Kanjuruhan Malang dibekukan sementara waktu.

"Sanksi tidak boleh jadi tuan rumah. Pindah saja tuan rumahnya di tempat lain, mungkin ke Jogja, dan sebagainya," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait KERICUHAN DI KANJURUHAN atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri

DarkLight