Profil Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari yang Ditangkap KPK

Oleh: Riyan Setiawan - 30 Agustus 2021
Dibaca Normal 1 menit
Puput Tantriana terpilih menjadi bupati Probolinggo pada 2013 menggantikan suaminya Hasan Aminuddin yang sudah dua periode.
tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 10 orang dalam giat operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Senin (30/8/2021). Salah satu yang ditangkap adalah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Tak hanya Puput Tantriana saja, sang suami Hasan Aminuddin yang merupakan politikus Partai Nasdem cum Wakil Ketua Komisi IV DPR RI juga ikut ditangkap.

"Ada 10 orang yang diamankan sejauh ini. Di antaranya kepala daerah dan beberapa ASN Pemkab Probolinggo dan pihak terkait," ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Senin (30/8/2021).

Puput Tantriana lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 23 Mei 1983. Puput tinggal di Kelurahan Sidomukti, Kraksaan, Probolinggo.

Tantriana menempuh pendidikan dasar di SDN Baosan Lor 1 Ponorogo pada 1989 hingga 1995. Lalu, ia melanjutkan pendidikan di SLTPN 4 Ponorogo. Jenjang tersebut ia tamatkan pada 1998. Kemudian untuk pendidikan menengah atas, dia menempuh di SMUN 2 Ponorogo dan lulus pada 2001.

Tantriana dulunya pernah bekerja sebagai staf BPD Jawa Timur pada 2004 hingga 2008. Kemudian, pada 2013 ia memilih untuk terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai bupati selama dua periode.

Dia terpilih menjadi bupati Probolinggo untuk masa periode 2013-2018. Ia menggantikan bupati sebelumnya, Hasan Aminuddin, yang merupakan suaminya sendiri. Hasan sebelumnya juga menjabat selama dua periode.

Pada Pilkada Probolinggo 2013, Tantri maju sebagai Bupati Probolinggo berpasangan dengan Timbul Prihanjoko. Lawan yang dihadapinya adalah Salim Qurays-Agus Setiawan, dan Kusnadi-Wahid Nurrahman.

Tantri-Timbul menjadi pemenang dengan suara 40,7%, mengalahkan dua pasangan lainnya yang memperoleh suara 30,9% dan 28,3%.

Tantri maju kedua kalinya berpasangan dengan Timbul Prihanjoko pada Pilkada 2018. Mereka maju didukung oleh Gerindra, PDIP, PPP, NasDem, dan Golkar. Mereka melawan Abdul Malik Haramain-Mohammad Muzayyan yang didukung PKB dan Demokrat.

Pada akhirnya Tantri-Timbul memenangkan Pilkada Probolinggo dengan 57,6% suara berbanding dengan 42,4% suara yang diperoleh lawannya. Tantri-Timbul ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati Probolinggo periode 2018-2023.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) KPK, Tantri memiliki harta dan bangunan senilai Rp2.163.000.000, alat transportasi dan mesin Rp100.000.000, harta bergerak lainnya Rp797.165.100, surat berharga Rp4.500.000, kas dan setara kas Rp2.459.101.806.

Dari sejumlah nominal tersebut, total kekayaan Tantriana sebesar Rp10.019.266.806. Tantriana sendiri diketahui tidak memiliki hutang.



Baca juga artikel terkait PROFIL BUPATI PROBOLINGGO atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight