Menuju konten utama

Produsen Tabung Oksigen Keluhkan Sirkulasi Tersendat

Masyarakat diimbau tidak panik dan hanya membeli tabung oksigen jika diperlukan agar pasien COVID-19 dapat bagian.

Produsen Tabung Oksigen Keluhkan Sirkulasi Tersendat
Sejumlah warga antre untuk mengisi ulang tabung gas oksigen di Kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (28/6/2021). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

tirto.id - Salah satu produsen tabung oksigen Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Rachmat Harsono mengeluhkan kelangkaan tabung oksigen. Salah satu pemicunya sirkulasi tabung dihambat oleh konsumen.

Menurut dia, Indonesia sebetulnya punya stok tabung oksigen yang cukup mencapai 2,7 juta tabung, tetapi skema distribusi tabung oksigen ini sedikit terhambat karena usai pemakaian, tabungnya tidak dikembalikan dan diisi kembali.

“Total silinder bejana tekan di Indonesia sekitar 2,7 juta silinder. Cara masyarakat memosisikan tabung oksigen seperi beli galon. Sesudah selesai gak pake, misalnya dia sembuh, tabung didiamkan. Dia memang punya hak, karena dia beli, tapi itu akan ganggu sirkulasi,” kata Rachmat kepada Tirto, Selasa (29/6/2021).

Memasuki dua pekan usai adanya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia terjadi kelangkaan tabung gas oksigen. Antara lain terjadi di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, sejak Jumat pekan lalu sudah tidak menyediakan tabung oksigen, karena tidak ada kiriman dari distributor.

Rachmat menyebut, belum ada data pasti mengenai berapa peningkatan dari penjualan tabung yang didistribusikan saat ini. Namun lonjakan kasus COVID-19 telah mendorong penjualan gas untuk medis AGII hingga 50 persen sepanjang Juni 2021, terutama di provinsi Pulau Jawa mencakup DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di saat sirkulasi tabung tersendat, ia meminta konsumen tidak panik dengan membeli tabung oksigen bila tidak diperlukan. Bila terjadi aksi borong, maka pasien yang membutuhkan makin sulit untuk mendapatkan.

“Kalau di rumah sakit begitu habis diisi kembali, tapi kalau di rumah-rumah ini susah nge-track-nya. Khususnya yang sudah selesai isolasi mandiri. Mereka cuma menjaga takut saturasi oksigennya turun dia siap, tapi pas udah sembuh nih udah biarin aja di situ. Kan kasian yang lain, itu yang menjadi imbauan kita,” jelas dia.

Kasus COVID-19 di Indonesia berkisar dua puluh ribuan per hari sejak pekan lalu. Pada 28 Juni, total kasus COVID-19 mencapai 2.135.998 dengan 1.859.961 sembuh dan 57.561 meninggal.

Baca juga artikel terkait TABUNG OKSIGEN atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali