Produsen Rokok Dunhill akan PHK 2.300 Karyawan Global pada 2020

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 13 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Produsen rokok Rothmans, Dunhill, dan Lucky Strike berencana PHK 23 ribu karwawan secara global.
tirto.id - British American Tobacco (BAT) mengumumkan rencana PHK 2,3 ribu karyawan secara global per Januari 2020 karena peralihan ke produk-produk non-tembakau. Pengumuman ini juga muncul usai Trump berencana melarang terkait produk rokok, The Guardian melaporkan.

BAT memperoleh pendapatan 24,5 miliar euro pada 2018 dari penjualan produk rokok tembakau tradisonal, merek Rothmans, Dunhill, dan Lucky Strike, tetapi pihak perusahaan menyatakan mereka melakukan efisiensi dana untuk investasi ke produk lain, seperti vape, dengan cara memangkas manajemen di seluruh dunia.

Pemutusan hubungan kerja juga akan terjadi di pabrik di London, induk produksi BAT. Ketua eksekutif, Jack Bowles mengatakan bahwa ia menginginkan BAT menjadi perusahaan yang lebih simpel, kuat dan cepat, yang selalu berada di garis depan saat semua orang telah beralih dari rokok.

BAT berencana mengalokasikan 5 miliar euro pendapatannya utnuk kategori baru atau meminimalisir resiko produk untuk perencanaan anggaran tahun 2023-2024.

Hal tersebut berarti melipatgandakan jumlah tahun lalu sebebsar 1,8 untuk vape, produk tembakau olahan, dan tembakau oral, termasuk Snus yang populer di Skandinavia.

"Tujuan saya adalah untuk melangkah ke pertumbuhan Kategori Baru dan menyederhanakan dengan signifikan kinerja dan proses bisnis kami," kata Bowles, dikutip oleh CNBC.

Kategori Baru yang dimaksud perusahaan penjualan rokok terbesar kedua di dunia ini adalah vuse untuk kategori tembakau elektrik, velo, kantong nikotin untuk dikunyah, dan glo untuk peralatan tembakau olahan.

Sebelumnya, pada Rabu (11/9/2019), Trump mengeluarkan wacana untuk melarang penggunaan rokok elektrik berperiksa dengan tujuan mencegah kecanduan pada anak-anak muda.

Langkah tersebut dilakukan karena badan kesehatan federal melaporkan secara resmi hasil investigasi yang menyatakan ada lebih dari 450 kasus penyakit dan enam kematian terkait penggunaan rokok elektrik.

Pihak administasi Trump menyatakan bahwa rancangan kebijakannya akan rampung dalam beberapa minggu ke depan.

"Administrasi Trump memperjelas bahwa kami bermaksud membersihkan pasar rokok elektrik untuk memberantas epidemi penggunaan rokok oleh kaum muda yang nantinya berdampak pada anak-anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat," kata Alex Azar, Ketua Layanan Kesehatan Publik.

"Kami tidak akan berpangku tangan sedangkan produk-produk ini menjadi produk baru yang akan membuat generasi muda kecanduan nikotin." tandasnya.


Ibu negara Melania Trump juga menyerukan kekhawatirannya terkait produk rokok elektronik terhadap generasi muda, lewat akun twitternya.

"Saya sangat khawatir tentang berkembangnya epidemi penggunaan rokok elektrik di kalangan muda. Kita semua perlu melindungi publik dan penyakit dan kematian karena tembakau, dari kecanduan nikotin di generasi muda kita," cuitnya.

Kembali melansir Guardian, pihak BAT juga mengkhawatirkan produk tembakau berasa yang ramah anak dapat membahayakan generasi muda.

"Kami juga khawatir bahwa beberapa perasa, seperti produk ramah-anak, memainkan peran yang meningkatkan rasa tertarik pada anak muda, padahal pemasaran seperti ini tidak seharusnya ditujukkan untuk anak muda,"

"Penting dicatat, bahwa kami tidak memasarkan citarasa semacam itu dan kami mendukung langkah-langkah mnghilangkan produk vape yang dimaksud untuk menargetkan kaum muda. Kami memiliki prosedur untuk memastikan produk kami hanya dipasarkan kepada orang dewasa." kata pihak BAT.

Baca juga artikel terkait PHK MASSAL atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora
DarkLight