Menuju konten utama

Prediksi Harga Perak saat Natal 2025

Pantau perkiraan harga perak saat Natal 2025, apakah naik atau turun? Cek perkembangan harga perak hingga 2026 mendatang.

Prediksi Harga Perak saat Natal 2025
Perhiasan Perak. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Belakangan perak menjadi salah satu alternatif investasi logam mulia selain emas. Bagaimana prakiraan harganya saat periode Natal 2025?

Sebagai produk investasi, perak juga diprediksi akan mengalami fluktuasi harga pada periode Natal tahun ini.

Selama setahun ini, perak menjadi primadona investasi sektor logam mulia usai harganya terus melonjak secara konstan.

Jika diakumulasi sepanjang tahun 2025 hingga Desember, harga perak telah mengalami kenaikan hingga 95 persen. Kenaikan ini bahkan lebih besar ketimbang emas yang sepanjang tahun mengalami kenaikan harga sebesar 62 persen.

Namun, bagaimana ketika Natal tiba, akankah masih akan jadi produk investasi yang pantas dibeli?

Prediksi Harga Perak Saat Natal 2025

Menukil The Long Forecast Agency, harga perak saat periode Natal pada Desember 2025 akan tetap menunjukkan tren menguat.

Pada akhir Desember, harga perak diprediksi akan menguat dengan kisaran harga tertinggi mencapai 71,9 dolar AS per 1 ons troy, atau Rp38.530,53 per gram.

Namun, di Indonesia pada Senin (15/12), atau 10 hari sebelum Natal, harga perak Antam sudah menyentuh Rp38.485, seturut daftar harga di logammulia.com.

Dengan fluktuasi harga tersebut, harga perak pada akhir Desember atau periode Natal 2025 bisa saja menyentuh kisaran prediksi harga tertinggi, yakni Rp38.530,53 per gram.

Tren penguatan harga perak ini diprediksi akan terus terjadi hingga pertengahan tahun 2026 mendatang, sebelum terkoreksi pada sekitar bulan September 2026 mendatang.

Berdasarkan penuturan analis Mohannad Said untuk Credit Financier Invest Limited, tren kenaikan harga perak sepanjang tahun 2025 ini dipengaruhi berbagai faktor.

Salah satunya adalah peningkatan kebutuhan perak untuk tujuan upacara keagamaan di India. Seiring melemahnya Rupee India dan kebijakan tarif ekspor AS terhadap India, perak jadi pilihan banyak orang ketika emas makin tak terjangkau.

Fluktuasi harga perak di India ini disebut menjadi salah satu faktor lantaran India merupakan pengguna perak terbesar di dunia, dengan jumlah permintaan mencapai 4.000 metrik ton setahun.

Selain itu, tren kenaikan harga perak juga dinilai terjadi akibat naiknya kebutuhan logam jenis ini pada industri teknologi, khususnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

Berkembang pesatnya industri teknologi AI berkontribusi terhadap kebutuhan pusat data berskala besar yang memerlukan konsumsi perak dalam jumlah yang besar.

Situasi tersebut terjadi di tengah penurunan tingkat produksi tambang perak di benua Amerika Selatan dan Tengah selama 10 tahun terakhir.

Apakah Perak Masih Layak Dibeli pada Tahun 2026?

Sejauh ini, para analis menyatakan bahwa tren harga perak akan terus menguat secara konstan hingga paruh pertama tahun 2026 mendatang.

Namun, jika hendak membeli perak, layak atau tidaknya logam mulia ini dibeli sangat tergantung dari tujuan pembeliannya.

Jika dimaksudkan sebagai produk investasi utama, perak mungkin masih tidak sekuat dan sebaik logam mulia lain macam emas.

Berinvestasi melalui perak juga sebaiknya dilakukan pada produk investasi murni, bukan turunannya seperti perhiasan.

Hal ini dikarenakan perhiasan perak memiliki kerentanan harga jual yang jauh lebih rendah dari perkiraan.

Perhiasan perak umumnya menggunakan kandungan perak sebesar 92,5 persen dan 7,5 persen kandungan sisanya adalah campuran lelehan logam lain. Perak ini kerap dikenal sebagai perak 925.

Akan tetapi, perhiasan perak memiliki lebih banyak faktor penentu harga jual, seperti keahlian pembuatnya serta merek yang menempel padanya.

Sekalipun kandungan perak pada sebuah perhiasan sama, namun jika merek dan desain yang digunakan tidak dihargai dengan nilai yang tinggi, nilai jual perhiasan tersebut bisa lebih rendah dari perkiraan.

Oleh karenanya, investasi pada perak masih layak dilakukan jika sesuai peruntukannya, yakni menjadikan perhiasan perak sebagai perhiasan dan aksesoris, bukan produk investasi.

Untuk menggunakan perak sebagai produk investasi, maka pertimbangkan untuk membeli perak fisik berupa batangan murni atau koin, alih-alih perhiasan.

Investasi perak penuh dengan fluktuasi, pastikan selalu mendapatkan informasi terkini dan terlengkap melalui kumpulan artikel Tirto.id tentang investasi perak di sini:

Kumpulan Artikel Harga Investasi Perak.

Baca juga artikel terkait HARGA PERAK atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan