tirto.id - Grafik harga perak selama 10 tahun terakhir cenderung dinamis. Bagaimana prediksi harga perak kedepan? Apakah harga perak akan terus mengalami kenaikian?
Harga perak mengalami kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini membuat logam mulia berwarna putih tersebut kembali dilirik sebagai aset investasi yang menjanjikan.
Bahkan, harga perak dunia sempat menyentuh level tertinggi selama lebih dari satu dekade terakhir. Peningkatan ini didorong oleh nilai Dolar AS yang melemah dan meningkatnya minat investor terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di Indonesia, harga perak pada tahun 2025 juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data harga-emas.org, harga perak kini berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per gram, bergantung pada kadar dan bentuk perdagangan.
Kenaikan harga perak turut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan di pasar logam mulia domestik. Sejumlah pelaku pasar menilai tren ini mencerminkan minat yang tumbuh terhadap aset fisik di tengah fluktuasi pasar keuangan.
Jika tren kenaikan terus berlanjut, harga perak berpotensi menembus rekor baru dalam waktu dekat. Kondisi ini dapat mendorong posisi perak sebagai salah satu instrumen investasi penting di tahun 2025.
Grafik Harga Perak 10 Tahun Terakhir dalam Rupiah
Harga perak dalam 10 tahun terakhir menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Fluktuasi harga global juga dipengaruhi kondisi ekonomi, inflasi, serta kebijakan moneter berbagai negara.
Berdasarkan data dari silverprice.org yang dikonversi ke Rupiah menggunakan kurs rata-rata US$1 = Rp16.590 (wise.com), berikut gambaran perubahan harga perak per ons troy dalam 10 tahun terakhir:
- 2015: sekitar US$15,7/oz setara Rp260 ribu/oz
- 2016: naik menjadi US$17,1/oz sekitar Rp283 ribu/oz
- 2017: stabil di kisaran US$16,8/oz sekitar Rp278 ribu/oz
- 2018: turun ke US$15,5/oz sekitar Rp257 ribu/oz
- 2019: naik lagi ke US$17,9/oz sekitar Rp297 ribu/oz
- 2020: melonjak ke US$24,5/oz akibat pandemi COVID-19 sekitar Rp406 ribu/oz
- 2021: berada di kisaran US$25,1/oz sekitar Rp416 ribu/oz
- 2022: sempat turun ke US$21,6/oz sekitar Rp358 ribu/oz
- 2023: kembali naik ke US$23,5/oz sekitar Rp390 ribu/oz
- 2024: mendekati US$28,2/oz sekitar Rp468 ribu/oz
- 2025: mencapai titik tertinggi dalam satu dekade di US$51,8/oz sekitar Rp859 ribu/oz

Grafik harga perak cenderung naik stabil setelah tahun 2020. Lonjakan tajam pada 2025 menjadi puncak tren penguatan yang sudah terbentuk sejak pandemi.
Prediksi Harga Perak 10 Tahun ke Depan
Harga perak diperkirakan masih akan terus naik dalam beberapa tahun ke depan. Sejumlah analis memprediksi nilainya bisa mencapai US$50 per ons, bahkan berpotensi tembus US$70–80 per ons dalam jangka panjang.
Kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan dari industri, seperti panel surya, kendaraan listrik, dan peralatan elektronik. Sementara itu, pasokan dari tambang perak di dunia tidak bertambah banyak, sehingga harga cenderung naik.
Beberapa lembaga riset bahkan memperkirakan harga perak bisa menembus US$100 per ons dalam 10 tahun mendatang. Jika dikonversi ke Rupiah dengan kurs sekitar Rp16.000–Rp17.000 per Dolar AS, nilainya setara Rp1,6–1,7 juta per ons atau sekitar Rp52.000–55.000 per gram.
Meski begitu, harga perak juga bisa saja naik-turun tergantung kondisi ekonomi global. Jika permintaan industri menurun, harga perak bisa ikut melemah. Namun, perak masih menjadi aset yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang karena nilainya yang cenderung stabil.
Baca informasi terkini seputar pergerakan harga perak dan logam mulia lainnya yang telah dirangkum oleh Tirto.id melalui tautan ini:
Penulis: Hafizhah Melania
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id

































