Menuju konten utama

Prabowo Pamer Penggunaan AI di Sektor Pertanian Saat APEC 2025

Prabowo membeberkan dalam forum APEC 2025 soal hasil nyata dari penerapan AI di sektor pertanian.

Prabowo Pamer Penggunaan AI di Sektor Pertanian Saat APEC 2025
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). (Istimewa/Sekretariat Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di depan forum Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC 2025 pada akhir pekan ini, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa masalah kemiskinan dan kelaparan yang berkaitan dengan ketahanan pangan bisa diurai melalui pemanfaatan akal imitasi atau AI. Bagi Prabowo, dua masalah sosial-ekonomi yang bersifat struktural tersebut dapat selesai dengan bantuan teknologi.

Prabowo menjelaskan penerapan AI dalam kerja-kerja penyelesaian masalah kemiskinan dan ketahanan pangan mesti beradaptasi dengan perubahan zaman yang lekat disrupsi teknologi. Seturut itu, kehadiran teknologi dinilainya sebagai keniscayaan, yang berkaitan pula dengan perubahan demografi.

“Inilah sebabnya mengapa tugas paling mendesak bagi Indonesia dan hal yang terus kami sampaikan kepada para mitra ekonomi kami adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya, dikutip Tirto Minggu (2/11/2025).

Dalam forum APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) sesi ke-2 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), yang berlangsung di Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/11/2025), Prabowo menekankan pentingnya dunia menyadari manfaat akal imitasi untuk pembangunan negara. Termasuk dalam menjawab sederet masalah sosial sampai ekonomi.

Prabowo menekankan bahwa komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan kelaparan diupayakan secara cepat dan terukur. "Kami sedang memusatkan seluruh upaya untuk hal ini. Karena itu, kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” ujar Prabowo.

Prabowo membeberkan dalam forum soal hasil nyata dari penerapan akal imitasi atau AI di sektor pertanian. Teknologi modern disebutnya berperan dalam menggenjot produktivitas pangan nasional hingga mencapai swasembada komoditas pangan.

“Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang presisi dan modern. Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung," ujar Prabowo.

Adapun target awal pemerintah yaitu mencapai swasembada dalam empat tahun. Target capaian ini disebut Prabowo bakal digenjot lebih cepat melalui penerapan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan.

“Kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya,” tutur Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci bagi kemajuan dunia internasional. Di Asia Pasifik, kerja sama antar-negara kawasan dalam penggunaan AI penting dilakoni.

“Saya yakin inilah arah yang harus kita tempuh ke depan. Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita dan saya yakin bahwa melalui kerja sama di dalam APEC, kita dapat mencapai tujuan ini,” ucap Prabowo.

Baca juga artikel terkait KTT APEC atau tulisan lainnya dari Rohman Wibowo

tirto.id - Flash News
Reporter: Rohman Wibowo
Penulis: Rohman Wibowo
Editor: Abdul Aziz