Menuju konten utama

Polri Terapkan Contraflow Atasi Kepadatan Arus Balik Trans Jawa

Hingga hari ini masih tersisa sekitar 36% pemudik belum melakukan perjalanan arus balik mudik ke Jakarta.

Polri Terapkan Contraflow Atasi Kepadatan Arus Balik Trans Jawa
Kendaraan roda empat yang didominasi pemilir melaju perlahan menyusul pemberlakuan sistem dua jalur satu arah di Tol Trans Jawa, Semarang-Solo Km 442, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026). ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Korlantas Polri mengungkap masih terus memantau pergerakan arus balik Lebaran 2026. Hingga kini, masih terjadi kepadatan arus kendaraan pemudik ruas tol Trans Jawa.

"Sepanjang perjalanan di tol masih cukup padat, terutama pada saat mendekati rest area. Tadi ada perlambatan, tetapi kehadiran Polri masih ada di lapangan untuk mengatur flow daripada manajemen rekayasa lantas," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Dia menerangkan kepadatan terjadi karena penumpukan di rest area. Agus menyebutkan untuk mengatasi kepadatan tersebut dilakukan contraflow hingga KM 70 Jakarta.

"Sama halnya yang di kilometer 162 dan 169. Itu juga menghindari rest area 164 ya. 164 jadi kami lakukan contraflow. Agar nanti rekayasa lalu lintas ini adalah memperlancar arus yang menuju ke kilometer 70 atau Jakarta," tutur Agus.

Agus berkata arus balik mudik lebaran memang diproyeksi mencapai 3,4 juta kendaraan. Namun, hingga hari ini masih tersisa sekitar 36% dari jumlah tersebut yang belum melakukan perjalanan arus balik mudik.

Korlantas Polri pun memastikan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) masih akan terus melakukan pemantauan arus balik tersebut. Diproyeksikan arus balik mudik masih akan terjadi sampai 29 Maret 2026.

"Baik lajur 1, lajur 2 untuk menampung arus yang dari Trans Jawa yang saat ini masih cukup padat, namun demikian masih lancar ya. Dari setelah ini kami juga akan menelusuri dari Brebes sampai ke Jawa Barat, sampai ke Jakarta," ujar Agus.

Diketahui, Polri telah resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3/2026) dan melaksanakan KRYD guna mengamankan para pemudik di masa arus balik. Agus mengatakan selama Operasi Ketupat 2026, volume kendaraan pada puncak arus mudik tertinggi sepanjang sejarah dengan sebesar 270.315 kendaraan.

Bila dibandingkan 2025, terdapat peningkatan sebesar 4,62 persen dari semula 258.512 kendaraan. Meski terjadi kepadatan di sejumlah titik, Agus mengatakan arus lalu lintas bisa terkendali berkat adanya pemberlakuan rekayasa lalu lintas, salah satunya satu arah atau one way nasional.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama