tirto.id - Anggota Satreskrim Polrestabes menangkap dua pelaku yang menembak seorang polisi saat mereka tepergok hendak melakukan aksi pencurian sepeda motor. Karena melawan saat ditangkap, kaki kedua pelaku ditembak petugas.
Pelaku yang berinisial BB (21) dan SR (35) ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Campang Tiga, Kecamatan Cempaka, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan, Selasa (27/10/2026). Setelah pengobatan di rumah sakit, mereka dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk pemeriksaan.
Pelaku BB mengaku tidak mengetahui orang yang dia tembak adalah seorang polisi. Saat mencuri motor yang terparkir, dia kaget mendengar tembakan sehingga spontan melepaskam tembakan ke arah korban.
"Saya tidak tahu dia (korban) polisi. Tahunya karena viral di media sosial. Karena itu, kami kabur ke luar Palembang," ungkap pelaku BB, Selasa (27/10/2026).
BB mengaku sudah tiga kali melakukan aksi curanmor di Palembang. Setiap beraksi, dia membawa pistol rakitan, yang disebut warisan pamannya untuk menakuti korban jika tepergok.
BB menyebut motor hasil curian dijual ke adik kandungnya seharga Rp3 juta. Motor itu kemudian dijual kembali ke orang yang membutuhkan di kampungnya dengan harga jauh lebih murah dari pasaran.
"Kalau saya sudah tiga kali. SR dua kali, semuanya sama saya," kata dia.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengatakan kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Dalam penangkapan itu, polisi menyita sepucuk pistol rakitan berisi lima peluru aktif.
"Kedua pelaku kami periksa dulu. Nanti kami jelaskan info selanjutnya," kata Musa.
Sebelumnya, anggota Satres Narkoba Polrestabes Palembang, Briptu Hamdi Saputra Davanis (28), ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor saat korban membeli obat untuk anaknya di Apotek Adisyah Farma di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 3-4 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang, Sabtu (24/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Korban memergoki dua pelaku sedang mencoba mencuri sepeda motor yang terparkir. Dia lantas menegur yang membuat kedua pelaku panik.
Salah satu pelaku mengeluarkan senjata api diduga rakitan dan melepaskan tembakan ke atas. Korban mencabut pistol organik dan menembak ke arah kaki sebagai peringatan.
Pelaku justru menembak ke arah kepala korban dan beruntung dia bisa sempat menghindar sehingga tembakan mengenai bahu kanannya. Melihat korban terkapar, kedua pelaku melarikan diri dan warga membawa korban dilarikan ke RSUD Bari Palembang sebelumnya dirujuk ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan.
Masuk tirto.id


































