Polisi Jadi Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Komnas HAM

Oleh: Mohammad Bernie - 16 Juli 2019
Komnas HAM mengatakan pihak yang paling banyak diadukan oleh masyarakat adalah Kepolisian dengan 60 kasus.
tirto.id - Komisi Nasional Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan laporan kinerjanya pada Selasa (16/7/2019).

Komnas mengungkap, Polri menjadi lembaga yang paling banyak diadukan sepanjang empat bulan pertama di 2019.

"Pihak yang paling banyak diadukan oleh masyarakat berturut-turut adalah Kepolisian dengan 60 kasus," kata Komisioner Komnas HAM Amiruddin di kantornya pada Selasa (16/7/2019).

Amiruddin menjelaskan, masyarakat banyak melaporkan soal lambatnya penanganan laporan oleh Kepolisian dan masalah administratif lainnya dengan 39 kasus.

Selain itu, masyarakat juga melaporkan soal penangkapan dan penahanan tak sesuai prosedur sebanyak 15 kasus; kekerasan dalam penangkapan, penahanan, dan pemeriksaan dengan empat kasus.

Tak hanya itu, ada pula aduan soal sengketa kepegawaian dan sengketa aset Kepolisian, masing-masing satu kasus.

"Hal tersebut disebabkan antara lain karena kurangnya pemahaman tentang prinsip-prinsip HAM oleh aparat Kepolisian, khususnya di tingkat Polsek dan Polres dan pengawasan dan penindakan internal yang tidak tegas," ujarnya.

Amiruddin merincikan urutan wilayah Kepolisian yang paling banyak jadi pihak terlapor antara lain, Kepolisian di Jawa Barat jadi urutan pertama dengan 6 kasus, disusul Jawa Timur dengan 5 kasus, lalu Sumatera Barat dengan 5 kasus, DKI Jakarta 4 kasus, dan Sumatera Utara 4 kasus.

Amiruddin menambahkan, terkait laporan-laporan itu pihaknya telah menempuh beberapa langkah. Ia menyebut, pihaknya mengeluarkan rekomendasi atau menggelar mediasi antara pihak yang bersengketa.

Selain itu Komnas juga melalukan pemantauan untuk memastikan Kepolisian melakukan upaya perlindungan dan penegakkan hak asasi manusia.


Baca juga artikel terkait KOMNAS HAM atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight