Polisi Gendut? Lari Saja

Oleh: Mutaya Saroh - 13 Oktober 2016
Dibaca Normal 1 menit
Sejumlah 68 polisi bertubuh gendut ikuti program penurunan berat badan. Diperkirakan polisi yang kegemukan di Polres Kudus, Polda Jawa Tengah mencapai 200 orang.
tirto.id - Sejumlah 68 polisi bertubuh gendut ikuti program penurunan berat badan. Mereka harus mandi keringat, lari-lari di siang bolong di Lapangan Kota Kudus. Menurut Kepala Polres Kudus, AKBP Andy Rifai jumlah tersebut baru sedikit, ia memperkirakan jumlah anak buahnya yang kegemukan mencapai 200 orang, termasuk yang bertugas di polsek-polsek.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (13/10/2016) Polisi-polisi yang tergabung di Polres Kudus, Polda Jawa Tengah itu wajib ikuti program penurunan berat badan ini karena menurut Andy penjahat sekarang semakin gesit dan licin. Sehingga polisi juga harus mampu bergerak cepat dan tepat.

Program akan digelar tiga kali dalam sepekan dan terus dimonitor perkembangannya. Tidak hanya lari di lapangan Kota Kudus, para polisi itu juga diperintah agar menjaga pola makan yang benar agar berat badannya mencapai ukuran ideal sesuai dengan tinggi badan. "Terkait pola makan, kami melibatkan ahlinya, perwira urusan kesehatan Polres Kudus," ujarnya.

Tahun 2013 lalu, program serupa juga pernah diberlakukan di Pontianak. Pada saat itu, sebanyak 145 anggota polisi ikuti program penurunan berat badan.

"Saya lihat sudah ada perubahan setelah mereka ikut program penurunan berat badan tiap Selasa dan Jumat," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Mukson Munandar, di Pontianak.

Ia mengatakan, program penurunan berat badan itu berlaku pada para perwira dan bintara yang memiliki berat badan melebihi batas atau overweight. Mereka diwajibkan untuk olahraga dengan senam, lari dan lain-lain. Kegiatan itu diadakan setelah apel pagi, selama 1,5-2 jam.

"Mereka juga dianjurkan mengusahakan sendiri menurunkan berat badan itu," katanya.

Mukson mengatakan dari 145 anggota itu bertugas di Markas Polda Kalbar. Mereka itu tidak termasuk yang bertugas di Polresta dan Polres dalam wilayah hukum Polda Kalbar.

Selain itu, program penurunan berat badan hanya untuk perwira dan bintara yang berusia di bawah 50 tahun. Sedangkan bagi mereka yang sudah di atas usia 50 tahun, terdapat kelonggaran untuk tidak mengikuti program tersebut.

Baca juga artikel terkait POLISI atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh
DarkLight