Polisi Duga Pelaku Lemparkan Batu dari Sela Besi JPO yang Rusak

Oleh: Felix Nathaniel - 8 Juni 2018
Dibaca Normal 1 menit
Indarto menduga, pelaku tersebut melemparkan batu melalui sela-sela jaring-jaring besi JPO yang rusak.
tirto.id - Aksi pelemparan batu dari atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sekitar kilometer 6.300 jalan tol Cikampek yang dilakukan oleh orang tidak telah menyebabkan satu korban tewas bernama Saeful Mazazi.

Kapolres Kota Bekasi, Kombes Indarto menduga, pelaku tersebut melemparkan batu itu melalui sela-sela jaring-jaring besi JPO yang rusak.

"Itu kan ada jaring-jaring di JPO. Itu saya amati ada yang rusak atau berlubang. Mungkin dari situ dia melemparkannya," kata Indarto kepada Tirto, Jumat (8/6/2018).

Indarto memaparkan, batu yang dilempar ke mobil korban cukup besar. Bila diangkat, tentunya membutuhkan tenaga lebih dari satu orang. Namun bila jaring tersebut berlubang, satu orang pun bisa menjatuhkannya dari sana.

Untuk mencegah hal tersebut, Indarto menegaskan petugas Polres Bekasi akan bekerja sama dengan petugas Jasa Marga dan Badan Pengawas Jalan Tol untuk memperketat pengamanan.

"Nanti kami akan menempatkan petugas di sana. Setidaknya untuk menjaga agar tidak terjadi hal serupa. Kami juga sudah menyarankan agar kami bisa memperbaiki jaring-jaring tersebut," kata Indarto lagi.

Rusaknya jaring-jaring di JPO itu dibenarkan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna.

Ia bahkan berjanji akan segera memperbaiki JPO tersebut. Namun, Herry tak bisa memastikan kapan perbaikan tersebut selesai.

"Badan Usaha Jalan Tol sudah berkoordinasi dengan kepolisian, penanganan cepat di antaranya perbaikan jaring pengaman, lampu penerangan, dan CCTV," tegas Herry.

Usai insiden lemparan batu yang menewaskan seorang pengendara di Tol Jakarta-Cikampek KM 6.300A pada Selasa (5/6/2018), Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, memperketat pengamanan di sekitar jembatan penyeberangan lintasan tol di wilayah hukum setempat.

"Sekarang setiap jembatan penyeberangan akan dijaga petugas berpakaian preman disertai dengan petugas dinas terkait," kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bekasi, Jumat (8/6/2018).

Menurut dia, peristiwa pelemparan batu yang terjadi di jembatan penyeberangan tol sekitar kawasan Cikunir, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi itu cukup membuat masyarakat resah, khususnya saat memasuki musim mudik Lebaran saat ini.


Baca juga artikel terkait PELEMPARAN BATU DI TOL JAKARTA-CIKAMPEK atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight