Menuju konten utama
Teroris Klaten Bunuh Diri

Polisi Cocokkan Hasil Olah TKP & Asam Klorida di Organ Yuliati

Polisi melakukan olah TKP guna mencocokkan barang yang ada di lokasi dengan kandungan asam klorida di tubuh terduga teroris Klaten, Yuliati Sri Rahayuningrum yang nekat bunuh diri.

Polisi Cocokkan Hasil Olah TKP & Asam Klorida di Organ Yuliati
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12/2018). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

tirto.id - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencocokkan barang yang ada di lokasi dengan kandungan asam klorida di organ terduga teroris Klaten, Yuliati Sri Rahayuningrum alias Khodijah. Yuliati nekat bunuh diri dengan mengonsumsi asam klorida.

“Temuan di dalam perut Yuliati sudah jelas mengandung asam klorida. Tim akan mencocokkan barang di TKP dengan zat di dalam perut, apakah saling identik,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (21/3/2019).

Ia menambahkan hasil laboratorium forensik belum keluar serta Yuliati memiliki riwayat asam lambung.

“Dia punya sakit asam lambung, lalu terkena asam klorida, jadi lambung dia pecah dan pendarahan hebat,” terang Dedi.

Dugaan awal, lanjut Dedi, dia mendapat zat kimia dari cairan yang terdapat di toilet. “Masih sumir, hanya dugaan awal. Kami tunggu hasil laboratorium,” ucap dia.

Dokter Spesialis Forensik, Asri Megaratri Pralebda mengatakan dalam tubuh Yuliati terdapat asam klorida yang merusak saluran pencernaan.

“Ada 85 persen kadar asam klorida, hasil temuan yaitu lambung jenazah robek dengan darah berwarna hitam. Itu yang menyebabkan korban meninggal,” ujar Asri di Mabes Polri, Rabu (20/3/2019).

Karena ditemukan di saluran cerna, diduga asam klorida masuk ke tubuh dengan cara dimakan atau diminum. Selain itu, tim forensik belum dapat menentukan kapan cairan itu dikonsumsi Yuliati.

“Tim Forensik tidak bisa menentukan kapan bahan ini dikonsumsi, tapi kami mencari tahu penyebab kematian dan prosesnya,” kata Asri.

Yuliati diduga nekat menghabisi hidupnya Minggu (17/3/2019) malam ketika dalam rangkaian pemeriksaan di tahanan Polda Metro Jaya. Senin (18/3/2019), ia dibawa Rumah Sakit Bhayangkara Polri Tingkat I Said Sukanto sekitar pukul 07.00 WIB dalam keadaan lemas, namun nyawanya tidak tertolong.

Baca juga artikel terkait KASUS TERORISME atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri