Menuju konten utama

PNM dan Pupuk Indonesia Dorong Usaha Rakyat Naik Kelas

PNM menyediakan pembiayaan yang dibarengi pendampingan untuk pelaku usaha ultramikro dan mikro, sementara Pupuk Indonesia mendorong produktivitas petani.

PNM dan Pupuk Indonesia Dorong Usaha Rakyat Naik Kelas
Corporate Secretary PT Pupuk Indonesia Holding Company Yehezkiel Adiperwira Tahapary menyampaikan paparan mengenai produktivitas dan bonus demografi dalam Simposium “Strategi Percepatan Pertumbuhan 8%: Sinergi Fiskal dan Non-Fiskal” di Hotel Luminor, Jakarta, Rabu (30/9/2026). FOTO/Nanda Surya Shadan.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) terus mendorong pertumbuhan usaha rakyat melalui pembiayaan dan pendampingan. PT Permodalan Nasional Madani (PNM), misalnya, menyediakan pembiayaan yang dibarengi dengan pelatihan serta pemberdayaan untuk pelaku usaha ultramikro dan mikro.

Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan PT PNM, Dwi Achirini Meirisa, mengatakan PNM saat ini memiliki 12,4 juta nasabah aktif yang menjadi sasaran pembiayaan perusahaan.

“Jadi memang yang diketahui bersama bahwa PNM itu berfokus kepada pembiayaan untuk mikro dan ultramikro. Kami sangat spesifik membidik segmen nasabah,” kata Dwi dalam Simposium Nasional Strategi Percepatan Pertumbuhan 8%: Sinergi Fiskal dan Non Fiskal sesi "BUMN & Perbankan Pendorong Ekonomi Rakyat" di Hotel Luminor, Jakarta, pada Rabu (30/9/2026).

Salah satu produk PNM untuk segmen usaha ultramikro adalah Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program ini menyasar para keluarga prasejahtera, terutama kelompok desil 1 hingga 4 dengan pendapatan di bawah Rp1 juta per bulan per kapita.

Mekaar dapat diberikan kepada masyarakat yang baru ingin memulai usaha. Pembiayaan awal berkisar Rp2-5 juta dan bisa meningkat secara bertahap hingga Rp15 juta.

Pembiayaan ini ditujukan untuk kegiatan produktif, tanpa agunan, dengan tenor enam bulan hingga dua tahun dan pembayaran angsuran mingguan. Kegiatan pendampingan dan pelatihan dilakukan dalam kelompok melalui pertemuan mingguan.

Tak hanya itu, PNM juga memiliki ULaMM atau Unit Layanan Modal Mikro untuk segmen usaha mikro. Berbeda dengan Mekaar, ULaMM ditujukan bagi pelaku usaha yang sudah memiliki usaha setidaknya selama satu tahun. PNM melakukan uji kelayakan terhadap usaha tersebut untuk menentukan besaran modal yang diberikan.

“ULaMM ini adalah salah satu bentuk upaya kita mempersiapkan nasabah yang ada di Mekaar naik kelas, dalam arti mereka kita antar untuk siap menjadi nasabah perbankan,” ujarnya.

Media Kit Simposium Nasional

Simposium Nasional 'Strategi Percepatan Pertumbuhan 8%: Sinergi Fiskal dan Non Fiskal' di Hotel Luminor, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto/Tirto.id.

Menurut Dwi, pemberdayaan nasabah tidak hanya dilakukan melalui pemberian modal. PNM juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan usaha sekaligus membangun jaringan antarnasabah.

“Jadi selain tadi kita memberikan modal finansial melalui produk Mekaar dan ULaMM, kita juga mempersiapkan modal intelektual melalui pelatihan-pelatihan yang kita lakukan di kelompok-kelompok atau di event-event yang kita buat, kita mengumpulkan nasabah kemudian kita berikan pelatihan secara langsung. Dan modal, ada modal sosial di sini adalah kita membantu mereka membentuk jaringan atau membentuk ekosistem di antara mereka,” katanya.

Dwi mengatakan, berdasarkan pengukuran dampak yang dilakukan PNM bersama sejumlah lembaga riset, sebanyak 74 persen nasabah Mekaar mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung dengan program tersebut. Sebanyak 78 persen nasabah disebut telah menguasai cara menyusun dan menerapkan laporan keuangan usaha secara sederhana, sementara 90 persen nasabah merasa telah mandiri secara finansial.

Pendekatan berbasis ekosistem juga dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia melalui Program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat). Corporate Secretary PT Pupuk Indonesia Holding Company, Yehezkiel Adiperwira Tahapary, mengatakan program ini menghubungkan petani dengan sejumlah kebutuhan untuk mendukung kegiatan pertanian.

“MAKMUR itu merupakan ekosistem loop. Bagaimana kita memastikan bahwa petani di Indonesia itu mempunyai akses. Akses terhadap pendanaan, akses terhadap pendampingan teknologi, akses terhadap pupuk, akses terhadap off taker, kemudian akses terhadap teknologi pertaniannya,” kata Yehezkiel.

Menurut Yehezkiel, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengoptimalkan peran masyarakat usia produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Harapannya memang melalui program ini kita bisa tadi mendorong bahwa produktivitas pertanian di Indonesia itu tetap terjaga dan bagaimana tadi memastikan bahwa masyarakat atau penduduk Indonesia yang ada dalam usia produktif ini bisa mengoptimalkan perannya untuk tadi mencapai pertumbuhan 8%,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Nanda Surya
Editor: Addi M Idhom