tirto.id - Sekolah di Palembang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) normal mulai besok. Hal ini lantaran kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan berangsur membaik.
PTM normal berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 800/3879/BKPSDM-V/2026 tertanggal 29 Oktober 2026 yang mengatur pengembalian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang termasuk penerapan kembali sekolah tatap muka.
SE ini otomatis mencabut SE Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Jadwal KMB sebagai Dampak Buruk Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Palembang yang berlaku mulai efektif diberlakukan pada 9 September 2026.
Sejak saat itu, seluruh sekolah di Palembang menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan berlangsung selama hampir dua bulan.
Kepala SD Negeri 42 Palembang, Siti Olisa, menyambut baik kebijakan ini. Dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh siswa, guru, dan staf sekolah untuk kembali beraktivitas normal mulai besok, Senin (2/11/2026).
"Iya, kami sudah terima SE, mulai besok sekolah kembali normal," ungkap Siti Olisa, Minggu (1/11/2026).
Di sekolahnya, kata dia, anak-anak sudah mulai belajar aktif pukul 06.40 WIB dan pulang pukul 14.50 WIB untuk Senin-Kamis. Sedangkan pada Jumat, anak didik pulang pukul 13.00 WIB dan Sabtu-Minggu libur.
Sejak 26 Oktober 2026 lalu, pihaknya telah menggelar PTM terbatas dengan mengundur waktu masuk dan mempercepat jadwal pulang karena kondisi cuaca mulai membaik dan memungkinkan anak-anak masuk sekolah.
"Kita sempat PJJ terbatas, seminggu kemarin. Alhamdulillah mulai besok kembali sekolah seperti biasa dan mudah-mudahan udara tetap membaik," kata dia.
Olis mengakui proses belajar mengajar selama PJJ berjalan tidak optimal. Kegiatan anak-anak tidak terpantau dan materi pembelajaran yang dijadwalkan mengalami ketertinggalan meski anak didik diberikan tugas oleh guru mata pelajaran.
Selain itu, PJJ juga tak efektif karena tidak semua anak didik memiliki akses internet yang baik sehingga memerlukan tambahan biaya untuk membeli kuota oleh wali siswa. Alhasil, banyak anak didik belum memahami materi pelajaran seperti yang diharapkan.
"Kemarin sudah dilakukan rapat evaluasi selama PJJ, banyak anak-anak yang ketinggalan pelajaran dan anak-anak banyak belum memahami materi pelajaran karena keterbatasan kuota dan internet," kata Olis.
Untuk mensiasati ketertinggalan itu, setiap guru memberikan penjelasan ulang di luar kelas dengan cara menonton video tentang materi yang sudah diberikan. Guru juga memberikan tugas tambahan sehingga anak-anak lebih terlatih.
"Karena semakin banyak latihan dan mengerjakan tugas, anak-anak lebih memahami materi yang disampaikan," kata dia.
Diketahui, kualitas udara di Palembang berangsur membaik sejak sejumlah daerah diguyur hujan sehingga karhutla berkurang drastis. Berdasarkan grafik konsentrasi partikulat (PM2.5) di Stasiun Talang Betutu, Minggu (1/11/2026), polutan udara tercatat dalam kategori sedang dalam rentang waktu 10.00-18.00 WIB di kisaran 24,3-45,1 mikrogram meter per kubik. Kondisi ini terus membaik sejak beberapa hari lalu.
Masuk tirto.id





























