tirto.id - Setelah hampir dua bulan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekolah dan perguruan tinggi di Kota Palembang kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), Selasa (27/10/2026).
Kebijakan PTM ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Kendati demikian, kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya berjalan normal karena otoritas pendidikan masih membatasi durasi jam belajar menyusul kualitas udara setempat yang masih berstatus tidak sehat.
Kepala SD Negeri 42 Palembang, Siti Olisa mengungkapkan, pihak sekolah memutuskan untuk mengundur jam masuk dan mempercepat kepulangan siswa demi meminimalkan paparan polusi di luar ruangan.
"Sekolah tatap muka sudah dimulai kembali, tapi masih PTM terbatas," ungkap Olis, Selasa (27/10/2026).
Penerapan PTM terbatas ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Palembang tentang penyesuaian kegiatan belajar mengajar dampak kabut asap karhutla.
Pihak sekolah menegaskan aktivitas belajar normal baru akan dipulihkan secara penuh apabila mutu udara benar-benar stabil.
"Kita mengikuti arahan dari pemerintah untuk langkah selanjutnya," kata dia.
Sementara di tingkat perguruan tinggi, sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang turut mencabut status perkuliahan dalam jaringan (daring) terhitung sejak Selasa (27/10/2026).
Pencabutan status tersebut merujuk pada Surat Edaran Rektor UIN Raden Fatah Palembang Nomor B-579/Un.09/HK.00.7/10/2026 yang ditandatangani oleh Rektor Muhammad Adil.
Melalui kebijakan ini, ribuan mahasiswa dan dosen mulai kembali beraktivitas secara langsung di dalam ruang perkuliahan kampus.
Kendati ruang kelas kembali dibuka, ancaman paparan polusi belum sepenuhnya sirna.
Data pemantauan stasiun udara Talang Betutu, Selasa (27/10/2026), mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Palembang masih berada pada kisaran 70,4 hingga 150,2 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.
Tingkat kepekatan PM2.5 tersebut bahkan terpantau mengalami tren peningkatan dibandingkan hari sebelumnya yang sempat melandai di kategori sedang.
Masuk tirto.id


































