Menuju konten utama

OMC Terus Digelar, BMKG Prediksi Hujan Kalteng-Sumsel Pekan Ini

BMKG memprediksi potensi hujan di Kalteng dan Sumsel dalam lima hari ke depan. OMC masif digelar guna mendukung pemadaman karhutla.

OMC Terus Digelar, BMKG Prediksi Hujan Kalteng-Sumsel Pekan Ini
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani (tengah) bersama Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan (kiri) dan Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Berdasarkan pemantauan dan analisis BMKG sebanyak 325 zona musim (ZOM) atau 46,5 persen dari keseluruhan ZOM di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal dibanding normalnya yang diprediksi pada bulan April serta tahun ini diprediksi lebih kering. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan cukup tinggi di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan selama lima hari ke depan.

Kondisi atmosfer di Kalimantan Tengah diperkirakan mulai kondusif menghasilkan hujan terhitung sejak Senin (26/10/2026), sedangkan di Sumatra Selatan potensi pembentukan awan hujan diproyeksikan meningkat mulai Selasa (27/10/2026).

“Di Kalimantan Tengah, potensi pertumbuhan awan cukup tinggi mulai hari ini hingga lima hari ke depan. Sementara itu, di Sumatra Selatan, potensinya tinggi mulai besok hingga lima hari berikutnya,” kata Ketua BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelum mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Faisal berharap fenomena cuaca basah tersebut dapat mendukung percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di kedua provinsi tersebut.

Menyikapi peningkatan potensi awan, BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) secara berskala besar guna memicu hujan buatan di wilayah dengan sebaran titik api yang tinggi.

Dalam operasi terpadu ini, sebanyak sembilan pesawat dikerahkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, sementara enam armada lainnya disiagakan di Sumatra Selatan.

“Sekarang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan secara masif. Ini mungkin salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia,” ujarnya.

Faisal menerangkan, operasi modifikasi cuaca tersebut dilakukan dengan menyemaikan kombinasi dry ice (es kering) dan natrium klorida (NaCl) atau garam ke dalam sistem awan potensial.

Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan TNI, dengan mengerahkan armada angkut udara seperti pesawat Hercules dan CN-295.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Bapak Menko PMK, kami bekerja sama dengan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI," jelas Faisal.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Mochammad Fajar Nur