tirto.id - Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) mengerahkan personel dan relawan Karang Taruna untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Dukungan diberikan melalui Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) di wilayah terdampak, termasuk pengiriman tenda dan dana operasional.
Lima provinsi yang menjadi prioritas penanganan yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemetaan awal PNKT, karhutla di lima provinsi tersebut mencakup 17 kabupaten/kota terdampak.
Wakil Ketua Umum Tanggap Bencana dan Lingkungan Hidup PNKT sekaligus Ketua Satgas Tanggap Bencana PNKT, Arfan Arlanda, mengatakan personel Karang Taruna di lima provinsi tersebut telah dikonsolidasikan untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Setelah mendapat arahan dan perintah dari Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, kami langsung mengonsolidasikan jajaran Karang Taruna di daerah terdampak. Personel kita kerahkan untuk membantu sesuai kebutuhan dan kewenangan, terutama mendukung petugas, relawan, serta masyarakat terdampak,” kata Arfan merujuk keterangan resmi pada Jumat (21/8/2026).
Menurut Arfan, bentuk dukungan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Karang Taruna dapat membantu pendirian dan pengelolaan posko, distribusi logistik, komunikasi dan pelaporan kondisi lapangan, mobilisasi masyarakat, hingga mendukung relawan yang bekerja di sekitar lokasi karhutla.
Dalam skema penanganan yang disusun Satgas Tanggap Bencana PNKT, Karang Taruna berperan sebagai unsur pendukung kesiapsiagaan masyarakat. Peran tersebut mencakup pencegahan, deteksi dini, respons awal, dukungan komunikasi, hingga penanganan pascakejadian.
Namun, personel Karang Taruna tidak diarahkan untuk melakukan pemadaman dalam kondisi berbahaya apabila tidak memiliki pelatihan, alat pelindung diri, dan pendampingan dari petugas yang berkompeten.
“Karang Taruna bukan mengambil alih tugas pemadaman. Arahan Ketua Umum adalah bagaimana kita bisa meringankan beban petugas yang berada di garis depan. Personel kita di daerah menjadi kekuatan pendukung agar penanganan bisa berjalan lebih cepat,” ujar Arfan.
Untuk mendukung personel di lapangan, PNKT mengirimkan 16 tenda ke lima provinsi prioritas. Rinciannya, empat tenda dikirim ke Riau, empat tenda ke Sumatra Selatan, tiga tenda ke Jambi, tiga tenda ke Kalimantan Barat, dan dua tenda ke Kalimantan Tengah.
Tenda tersebut akan digunakan antara lain sebagai posko dan fasilitas pendukung kegiatan relawan. Pengiriman dilakukan melalui kargo udara dengan estimasi tiba di masing-masing daerah dalam satu hingga dua hari kerja.
Selain tenda, PNKT menyalurkan dana operasional kepada PPKT di Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Arfan mengatakan PPKT berperan sebagai focal point di masing-masing daerah. Mereka bertugas menyampaikan perkembangan situasi, menentukan titik prioritas, menyiapkan personel dan posko, serta mengoordinasikan kebutuhan dengan PNKT dan unsur penanganan bencana setempat.
Sebelumnya, Satgas Tanggap Bencana PNKT telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Balai Dalkarhut (Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) terkait, serta pengurus Karang Taruna di wilayah terdampak untuk memperoleh perkembangan terbaru.
Dari hasil pemetaan, kondisi titik api bersifat dinamis. Karena itu, konsolidasi personel dan dukungan di lapangan akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi.
“Personel Karang Taruna di daerah akan terus kita siagakan dan konsolidasikan. Di mana masyarakat dan petugas membutuhkan dukungan, Karang Taruna harus hadir sesuai kemampuan yang kita miliki,” kata Arfan.
PNKT juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Langkah tersebut meliputi edukasi pencegahan pembakaran lahan, deteksi dini, patroli berbasis masyarakat, komunikasi kebencanaan, hingga pemulihan lingkungan pascakebakaran.
Satgas Tanggap Bencana PNKT menilai jaringan Karang Taruna yang menjangkau tingkat desa dan kelurahan dapat menjadi kekuatan pendukung untuk mempercepat penyampaian informasi sekaligus mendorong pencegahan karhutla sejak dini.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































