STOP PRESS! BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pukul 02.30 WIB

PM Palestina Sebut AS Bukan Lagi Sponsor Perdamaian di Timur Tengah

PM Palestina Sebut AS Bukan Lagi Sponsor Perdamaian di Timur Tengah
Warga Palestina menonton televisi menyiarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato dimana ia diharapkan mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Istael, di Kota Tua Yerusalem, Rabu (6/12/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad.
Sumber: antara
07 Desember, 2017 dibaca normal 1 menit
Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS membuat Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah geram. 
tirto.id - Usai Yerusalem diakui secara resmi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai Ibu Kota Israel, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah segera memberikan pernyataan kecaman keras. 

Dia menyatakan langkah kontroversial Trump tersebut membuat AS tak layak lagi dianggap sebagai sponsor perdamaian di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Palestina-Israel.

"Kami tak bisa menerima anda (AS) lagi sebagai sponsor bagi proses perdamaian di Timur Tengah," kata Hamdallah di Palestina pada Kamis (7/12/2017) waktu setempat, sebagaimana dilansir Xinhua.

Ia menyatakan sikap resmi Pemerintah Palestina itu dalam pidatonya di Jalur Gaza setelah tiba dari Tepi Barat Sungai Jordan. Sikap Hamdallah ini selaras dengan reaksi kemarahan luas rakyat Palestina terhadap keputusan Donald Trump. Ia melawan langkah Trump dengan menyatakan Palestina akan menegaskan Yerusalem sebagai ibu kota negara ini.

"Kami memberitahu anda (AS), bahwa dari Jalur Gaza, kami akan menghadapi anda (AS) dengan persatuan nasional dan Palestina akan kembali dengan perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya," kata Hamdallah. "Kami akan bangkit lagi untuk menghadapi secara bersama tantangan terbesar, pendudukan Israel."

Sementara itu emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Ath-Thani memperingatkan Donald Trump mengenai reaksi serius atas keputusannya memindahkan kedutaan besar AS di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem, demikian laporan Kantor Berita Qatar (QNA).

Tamim mengaku sudah menyatakan hal ini kepada Trump secara langsung melalui komunikasi telepon. Menurut dia, keputusan Trump akan semakin membuat rumit situasi di Timur Tengah sekaligus secara negatif mempengaruhi keamanan dan kestabilan di kawasan tersebut.

Menurut Tamim, sikap Qatar atas masalah Palestina merujuk pada resolusi sah internasional dan gagasan perdamaian Arab dengan dasar penyelesaian dua-negara.

Pernyataan PM Palestina dan Emir Qatar itu melengkapi respon keras yang meluas usai Trump menyatakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (6/12/2017) waktu AS.

Baca juga artikel terkait YERUSALEM atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - add/add)

Keyword