Menuju konten utama

Piala Dunia 2022 & Daftar 10 Rekor yang Terancam Pecah di Qatar

Berikut adalah daftar 10 rekor yang terancam pecah di ajang Piala Dunia Qatar 2022.

Piala Dunia 2022 & Daftar 10 Rekor yang Terancam Pecah di Qatar
Pemain Jerman mengangkat trofi setelah menang pertandingan final Piala Dunia antara Jerman dan Argentina di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 13 Juni 2014. AP Photo / Matthias Schrader

tirto.id - Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada 20 November-18 Desember 2022. Ajang ini diikuti oleh 32 peserta. Dari 8 negara yang pernah mengangkat trofi juara, hanya Italia saja yang gagal lolos ke Timur Tengah.

Sedangkan tim-tim mantan juara lainnya akan tetap berlaga dan memiliki peluang menambah koleksi gelar juara. Di antaranya Brasil (5 piala) dan Jerman (4 piala).

Selain itu, juga ada Argentina, Perancis, serta Uruguay dengan masing-masing 2 gelar. Tak ingin ketinggalan, Inggris dan Spanyol yang pernah sekali finis terbaik pun memiliki kans yang sama.

Tak menutup kemungkinan, Piala Dunia 2022 mendatang berpeluang menghadirkan tim juara baru selain nama-nama langganan tersebut.

Berbicara mengenai gelaran edisi 22 mendatang, sederet rekor yang selama ini bertahan berpotensi pecah alias dilewati dalam Piala Dunia Qatar nanti. Berikut daftar 10 rekor yang terancam pecah sebagaimana mengutip laman FIFA.com:

1. Rekor Kartu Kuning Terbanyak Argentina

Timnas Argentina masih menjadi tim dengan koleksi kartu kuning terbanyak di Piala Dunia. Wakil Amerika Latin ini sudah diganjar 123 kali kartu kuning.

Pada gelaran mendatang, La Albiceleste akan dipimpin Lionel Scaloni sebagai arsitek dengan mengandalkan Lionel Messi. Di Grup C, La Pulga dan kawan-kawan sudah ditunggu Saudi Arabia, Meksiko, serta Polandia.

Di lain sisi, Brasil masuk sebagai pemilik kartu merah terbanyak dengan raihan 11 kali. Catatan ini bisa saja bertambah andai salah satu penggawa A Seleção mendapatkan kartu yang sama saat meladeni Serbia, Swiss, dan Kamerun di Grup G.

2. Penampilan Tertinggi Brasil dan Jerman

Timnas Brasil dan Jerman merupakan 2 tim yang mencatatkan rekor penampilan tertinggi di Piala Dunia dengan jumlah 109 laga. Mereka berpeluang menambah angka, minimal sebanyak 3 pertandingan. Die Mannschaft tergabung di Grup E bersama Jepang, Spanyol, dan Kosta Rika.

Sedangkan Argentina berpotensi tampil sebagai tim ketiga di bawah Brasil dan Jerman setelah menyelesaikan 3 laga di fase grup. Juara dunia edisi 1978 dan 1986 ini akan mencatatkan 84 penampilan sekaligus menggusur Italia yang absen berlaga.

3. Inggris Cetak Penampilan ke-70

Sebagai negara penemu sepak bola, Inggris baru sekali saja tampil juara pada tahun 1966 saat menjadi tuan rumah. Untuk gelaran 2022 mendatang, skuad The Three Lions tidak hanya berpeluang meraih trofi juara lagi, namun juga memburu penampilan ke-70 di Piala Dunia.

4. Rekor Kekalahan Meksiko

Sebagai negara yang gemar tampil di Piala Dunia, Meksiko justru memiliki rekor buruk. Yakni menelan kekalahan sebanyak 27 kali dari 57 laga.

Selain itu, El Tri juga sudah kebobolan 98 di turnamen tersebut. Artinya, jika sampai terkoyak 2 angka lagi dalam hajatan 2022 mendatang, gawang mereka akan jebol 100 kali.

5. Messi dan Ronaldo Tembus 20 Laga Plus

Dua mega bintang dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo berpeluang mengukir rekor tersendiri. Mereka bisa menambah daftar pemain yang sudah memainkan 20 pertandingan atau lebih di Piala Dunia. Saat ini, disebutkan hanya ada 11 penggawa saja yang mampu melakukannya.

La Pulga hanya membutuhkan tambahan satu pertandingan saja. Sedangkan CR7 perlu tampil dalam 3 laga berturut-turut di fase grup bersama Timnas Portugal.

6. Messi Incar Rekor Maradona & Matthaus

Lionel Messi bakal mengejar 2 rekor sekaligus, yakni milik Diego Maradona dan Lothar Matthaus. Pemain yang kini merumput bersama PSG di Ligue 1 itu berpeluang menyamai catatan Maradona. Salah satu legenda Argentina itu sudah mengemas 21 pertandingan di Piala Dunia. Sementara La Pulga hanya tertinggal 2 angka saja.

Jika saja Messi bisa membawa La Albiceleste tembus hingga final Piala Dunia 2022, ia juga bakal setara dengan bintang Jerman, Lothar Matthaus, dengan raihan 26 pertandingan.

7. Didier Deschamps Buru Kemenangan ke-10

Bersama Timnas Perancis, Didier Deschamps telah mendampingi anak asuhnya sebanyak 12 laga. Ia pun mencatatkan raihan 9 kemenangan. Prestasi paling fenomenal ialah merebut gelar Piala Dunia 2018 silam.

Datang dengan status juara bertahan, Deschamps kini memburu kemenangan ke-10. Andai tercapai, mantan pelatih Monaco, Juventus, dan Marseille itu bakal mempunyai catatan yang sama dengan sejumlah pelatih tenar lainnya untuk urusan jumlah kemenangan. Yaitu ialah Helmut Schon, Luiz Felipe Scolari, Mario Zagallo, Joachim Low, Carlos Alberto Parreira, hingga Oscar Tabarez.

8. Kans Pelatih Asing Pecahkan Rekor Juara

Pelatih lokal selalu mendominasi daftar negara juara selama Piala Dunia yang sudah bergulir sebanyak 21 kali. Namun demikian, 9 dari 29 tim yang lolos Piala Dunia 2022 diasuh oleh pelatih asing atau seorang arsitek dengan paspor yang berbeda. Mampukah ke-9 juru taktik tersebut untuk mengakhiri rekor yang sudah bertahan selama 92 tahun itu?

9. Cristiano Ronaldo Buru Gol di 5 Piala Dunia

Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain yang selalu mencetak gol dalam 4 edisi Piala Dunia berbeda. Untuk hal tersebut, CR7 sejajar dengan Pele, Uwe Seeler, dan Miroslav Klose.

Pada Piala Dunia 2006, gol Ronaldo menjebol gawang Iran di fase grup. Aksinya berlanjut di Piala Dunia 2010. Penggawa Portugal ini mengoyak jala gawang Korea Utara di babak yang sama.

Menuju Piala Dunia 2014, pemain Manchester United itu menjebol gawang Ghana. Sedangkan di Piala Dunia 2018 silam, eks Real Madrid dan Juventus ini menciptakan hattrick dengan gawang Spanyol dan sebiji gol saat meladeni Maroko.

A Seleção asuhan Fernando Santos diagendakan meladeni Ghana, Uruguay, dan Korea Selatan di Piala Dunia 2022 mendatang. Artinya, duel tersebut menjadi kesempatan emas bagi Ronaldo untuk selalu melesakkan gol dalam 5 Piala Dunia secara berturut-turut sekaligus meninggalkan rekor Pele, Seeler, dan Klose.

10. Juara Bertahan Tersingkir di Fase Awal

Catatan menarik dihasilkan para juara bertahan selama tampil di 3 Piala Dunia paling aktual. Pada 2010, Italia tumbang di babak grup Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Padahal, Gli Azzurri datang dengan status juara Piala Dunia 2006 Jerman.

Hal yang sama berlanjut 4 tahun kemudian. Spanyol sebagai jawara Piala Dunia 2010 justru gagal lolos dari fase grup. La Roja finis peringkat 3 Grup B pasca kalah bersaing dengan Belanda dan Chile.

Nasib yang serupa dialami Timnas Jerman. Die Mannschaft yang kala itu dibesut Joachim Löw finis sebagai juara Piala Dunia 2014 Brasil usai menumbangkan Argentina dengan skor 1-0.

Manuel Neuer dan kawan-kawan pun sangat percaya diri tiba di Piala Dunia 2018 Rusia dengan predikat sebagai juara bertahan. Alih-alih mempertahankan trofi juara, Jerman malah tak berdaya di fase grup.

Die Mannschaft yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat peraih gelar juara justru menduduki juru kunci Grup F setelah disingkirkan Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan.

Pada laga pemungkas alias penentu, Joachim Löw dan anak asuhnya menyerah dengan skor 0-2 atas Timnas Korsel yang masih dibesut Shin Tae-yong.

Sementara Perancis bakal tampil dengan status juara bertahan dalam Piala Dunia 2022 mendatang. Les Bleus meraih gelar pada tahun 2018 usai menyingkirkan Kroasia di partai final.

Akankah tim besutan Didier Deschamps ini bakal mengalami nasib yang serupa dengan 3 pendahulunya? Atau justru mereka berhasil mengakhiri rekor buruk tersebut dengan melewati hadangan Australia, Denmark, dan Tunisia di Grup D Piala Dunia 2022.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2022 atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Alexander Haryanto