Menuju konten utama
Pengaturan Skor

Persibara Batal Mundur dari Piala Indonesia karena Ancaman Denda

Persibara bisa didenda 250 juta jika mundur dari gelaran Piala Indonesia 2018.

Persibara Batal Mundur dari Piala Indonesia karena Ancaman Denda
Ilustrasi bisnis sepakbola. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Persibara mengindikasikan akan tetap melanjutkan keikutsertaan mereka dalam laga lanjutan Piala Indonesia 2018. Sebelumnya, ramai beredar kabar bahwa klub asal Banjarnegara itu bakal mengundurkan diri selepas petinggi mereka berbicara soal isu pengaturan skor Liga 3 dalam program Mata Najwa, Rabu (19/12/2018).

Manajemen klub, lewat akun media sosial resmi meminta pendapat suporter terkait apakah mereka harus melanjutkan keikutsertaan di Piala Presiden 2018.

"Pengine [inginnya] masyarakat Banjarnegara maju. Iya dong pasti," tulis Persibara.

Pihak klub tak menampik jika sebelumnya mempertimbangkan mundur, setelah pernyataan pimpinan klub sekaligus Bupati Banjernegara yang mengundurkan diri dari posisi Asprov PSSI. Namun, pada akhirnya ancaman denda jadi motivasi mereka mengurungkan niat tersebut.

"Ada denda 250 juta kalau kami mundur, dan itu jadi motivasi kami untuk terus maju," lanjut unggahan tersebut.

Persibara diagendakan berhadapan dengan PSS Sleman pada Jumat (28/12/2018). Jika sesuai jadwal, pertandingan ini seharusnya dihelat Jumat (21/12/2018). Namun dengan alasan ketidaksiapan panitia penyelenggara, duel ditunda hingga sepekan sesudahnya.

"Walau pertandingan ini mundur dari jadwal semula, namun venue yang digunakan tetap sama, yakni Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara," tulis pihak PSS Sleman lewat rilis di laman resminya.

Duel Persibara vs PSS Sleman merupakan satu dari rangkaian laga babak 64 besar. Jika sesuai agenda, fase ini akan berakhir Desember ini. Kemudian, turnamen Piala Indonesia bakal melangsungkan babak 32 besar bulan Januari mendatang.

Baca juga artikel terkait PIALA INDONESIA 2018 atau tulisan lainnya dari Herdanang Ahmad Fauzan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Herdanang Ahmad Fauzan