Pendidikan Agama Islam

Perkembangan Islam Dunia: Benua Australia & Jumlah Populasi Muslim

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 17 Maret 2021
Dibaca Normal 2 menit
Perkembangan Islam di Australia, perkembangan Islam dunia, perkembangan Islam benua Australia, jumlah populasi muslim di Australia.
tirto.id - Australia memiliki masyarakat muslim yang berasal dari berbagai wilayah termasuk Indonesia dan Afrika.

Australia merupakan benua yang letaknya sangat dekat dengan berbagai pulau di Nusantara, terutama Indonesia Timur.

Hadirnya Islam di Australia juga diperkirakan mendapat pengaruh dari kedatangan nelayan dan pedagang Nusantara.

Dikutip dari laman Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, para pedagang dan nelayan dari Makassar sering masuk ke pesisir utara Australia Barat, Australia Utara, dan Queensland.

Diperkirakan peristiwa tersebut terjadi abad 16 dan 17. Salah satu buktinya yaitu munculnya kesamaan beberapa kata bahasa Makassar dan bahasa penduduk asli pesisir Australia.

Di samping itu, ditemukan pula gambar perahu tradisional Makassar di dinding goa Aborigin. Beberapa peninggalan khas Makassar juga ditemukan di pemukiman Aborigin pesisir barat dan utara Australia.

Sebagian pendatang dari Makassar dan penduduk asli diyakini pernah terjadi pekawinan dan terdapat tempat pemakaman orang Makassar di sekitar garis pantai.

Pedagang dari Kerajaan Gowa yang bersuku Bugis-Makassar adalah para pendakwah sekaligus yang melabuhkan pula kapalnya di Australia.

Mualim dalam skripsi UIN Syarif Hidayatullah berjudul Peranan Kerajaan Gowa dalam Perniagaan Abad XVII (2011) menuliskan, kerajaan Islam itu pernah melakukan politik ekspansi perdagangan yang dibarengi dengan misi dakwah Islam.

Interaksi dari perdagangan dan penduduk lokal Australia yang menciptakan pertukaran budaya, termasuk pertukaran keyakinan agama Islam di dalamnya.

Meski demikian, bukan orang Indonesia saja yang datang berdakwah di Negara Kanguru itu.

Migran muslim dari pesisir Afrika dan wilayah pulau di bawah Kerajaan Inggris juga pernah masuk ke Australia di tahun 1700-an.

Lalu, populasi muslim semi permanen pertama muncul pada dasawarsa 1800-an dengan kedatangan orang Arab yang menetap di sana.

Kedatangan orang Arab yang disebut "penunggang unta Afghanistan" tersebut, memiliki arti penting bagi Australia.

Pasalnya, mereka terlibat dalam berbagai proyek seperti pembangunan jaringan rel kereta api Port Augusta dan Alice Spring, yang kini dikenal dengan Ghan. Jalur ini lantas bersambung sampai ke Darwin pada 2004.

Jalur telegrafi turut pula dibagun penunggang unta. Mereka menghubungkan jalur telegrafi Adelaide dan Darwin di masa 1870-1872.

Jalur tersebut mampu menghubungkan komunikasi Australia dengan London, melewati India.

Melalui salah satu proyek penunggang unta ini, Islam makin berkembang di Australia. Sejumlah kota "Ghan" didirikan pada sepanjang jalur kereta api. Setidaknya ada satu masjid dibangun di antara kota-kota yang ada.

Sebagian dari komunitas penunggang unta ada yang memilih menetap usai menyelesaikan proyek.

Mereka menikah dengan penduduk asli setempat. Mereka juga aktif dalam berbagai komunitas muslim di Australia.

Australia memiliki masjid pertama kali pada tahun 1861 di Marree, sebelah utara Australia Selatan. Sementara itu, masjid besar pertama berdiri pada 1890 di Adelaide dan diikuti di Broken Hill (New South Wales) pada 1891.

Di era modern setelah Perang Dunia II, jumlah penduduk muslim Australia meningkat drastis. Dari yang semula sekira 23.126 jiwa menjadi 22.331 dalam kurun 1947 - 1971.

Banyak lapangan kerja baru setelah ledakan ekonomi pascaperang. Orang Islam dari Eropa, terutama Turki, banyak masuk ke Australia untuk mencari penghidupan. Terdapat 23.126 muslim kelahiran Turki yang tercatat pada Sensus 2006.

Sekarang, penduduk muslim di Australia makin majemuk asalnya. Banyak migran muslim dari Bosnia, Kosovo, hingga Libanon berdatangan.

Dalam Sensus 2006, ada 7.542 muslim Australia kelahiran Bosnia dan Herzegovina dan 30.287 kelahiran Libanon.

Jumlah penduduk muslim Australia menurut Sensus 2006, tercatat ada 340.000 jiwa. Rincian negara asalnya adalah Afghanistan 15.965 jiwa; Pakistan 13.821 jiwa; Bangladesh 13.361 jiwa; Irak 10.039 jiwa; dan Indonesia 8.656 jiwa.

Masyarakat muslim Australia lebih banyak terkonsentrasi di Sydney dan Melbourne. Bahkan, suku Aborigin yang menjadi suku asli Australia, mengklaim membangun identitas sejarah dengan cara masuk Islam.

Menurut buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII (2015) terbitan Kemendikbud, penelitian yang dilakukan Helena Onnudottir dari Religioscope, Adam Possamai (University of Western Sydney) dan Bryan S. Turner (Wellesley College) menemukan, persentase suku Aborigin yang memeluk agama Kristen menurun.

Hal itu disebabkan identitas kekristenan pemerintahan kolonial dan dominasi orang kulit putih atas suku Aborigin.

Agama Kristen Pantekosta yang merupakan aliran Kristen paling berkembang, tidak mendapat tempat di kalangan masyarakat Aborigin.


Baca juga artikel terkait PERKEMBANGAN ISLAM DI AUSTRALIA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Dhita Koesno
DarkLight