Perempuan & Penyedia Transportasi Daring Waspadai Pelecehan Seksual

Oleh: Alfian Putra Abdi - 24 April 2019
Perempuan agar tak diam saat terjadi pelecehan seksual terhadapnya dengan melaporkan ke instansi terkait.
tirto.id - Ketua Komnas Perempuan, Azriana Manalu mengimbau agar para penumpang transportasi daring, khususnya perempuan untuk berhati-hati dalam menggunakan jasa moda baru tersebut.

Menurut dia, transportasi daring membuka ruang baru terhadap potensi terjadinya kekerasan pada perempuan.

Ia merujuk, Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2019, terdapat 406.178 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2018. Di antaranya, ada dua kasus pelecehan seksual di moda transportasi daring tersebut.

"Ini ruang baru yang harus terus dipantau karena ruang baru ini juga memberi kerentanan sendiri pada perempuan untuk mengalami kekerasan. Terutama kekerasan seksual," ujar dia dalam diskusi 'Transportasi Online Aman dari Kekerasan terhadap Perempuan' di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).


Komnas Perempuan meminta agar para penyedia aplikasi transportasi daring melengkapi sistem keamanan baik untuk penumpang dan pengendara perempuan.

"Saya rasa perempuan-perempuan pengguna transportasi layanan berbasis online harus cukup mengenali sistem-sistem dan fitur-fitur yang ada untuk keselamatan," ujar dia.

Menurut dia, korban agar tak diam saat terjadi pelecehan pelecehan seksual sekecil apapun yang terjadi padanya.

"Tapi kita harus menolak dan memberi tahukan kalau itu salah. Itu juga cara kita untuk mengedukasi masyarakat apa saja itu kekerasan seksual," ujar dia.

Ia juga meminta agar korban melaporkan pelecehan instansi yang berkompeten serta berwenang dalam mengurus kasus semacam itu.

"Bisa lapor ke kepolisian terdekat, atau kalau tidak berani ditemani oleh lembaga-lembaga LSM perempuan," ujar dia.


Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Zakki Amali