Menuju konten utama

Perang Rusia-Ukraina: Serangan Roket di Stasiun Tewaskan 25 Orang?

Berita perang Rusia-Ukraina hari ini Jumat, 28 Agustus 2022, situasi terbaru dan kondisi terkininya.

Perang Rusia-Ukraina: Serangan Roket di Stasiun Tewaskan 25 Orang?
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Kepala Angkatan Laut Rusia Laksamana Nikolai Yevmenov mengikuti parade Hari Angkatan Laut di Saint Petersburg, Rusia, Minggu (31/07/2022). (ANTARA FOTO/Sputnik via REUTERS/Mikhail Klimentyev/wsj/RST)

tirto.id - Perang Rusia dan Ukraina sudah memasuki hari ke-184 invasi. Menurut berita terbaru, Jumat, 26 Agustus 2022, sedikitnya 25 orang dipastikan tewas akibat serangan roket Rusia di stasiun kereta Ukraina.

The Guardian melaporkan, tentara Rusia melakukan serangan roket di sebuah kereta api di desa Chaplyne pada hari Rabu lalu. Berdasarkan keterangan Wakil kepala kantor kepresidenan, Kyrylo Tymoshenko, dua anak tewas dalam serangan itu.

Di sisi lain, Walikota kota Melitopol, Ivan Fedorov, mengatakan sebuah bangunan di wilayah tersebut telah "diledakkan".

Kota Melitopol sekarang sudah dikuasai Rusia. Fedorov mengatakan, bangunan yang diledakkan itu diduga dipakai pejabat pro-Rusia.

Selain itu, penembakan telah memutuskan saluran listrik pembangkit nuklir Zaporizhzhia dari jaringan nasional Ukraina.

Kejadian ini pertama kali dalam hampir 40 tahun beroperasi. Hal itu disampaikan perusahaan tenaga nuklir Ukraina, Energoatom.

Situasi Terbaru Perang Rusia-Ukraina

Di sisi lain, kantor berita Rusia, TASS melaporkan, Vasily Agarkov, seorang direktur pabrik kimia Stirol di Gorlovka angkat bicara soal serangan pabrik yang disebut dilakukan oleh pasukan Ukraina.

Vasily Agarkov mengaku tidak melihat risiko bencana lingkungan setelah serangan terhadap pabrik itu. "Belum ada emisi zat berbahaya," katanya di televisi Rossiya-24.

"Demikian pula, bencana lingkungan tidak mungkin terjadi, karena pukulan terbatas, mengenai trafo listrik," kata dia sambil menambahkan pabrik itu sudah menghentikan operasi.

Dia mengatakan, pabrik itu terkena dua roket dari sistem roket peluncuran ganda Uragan, yang berujung dengan hulu ledak cluster, dan sekitar empat puluh cluster telah tersebar.

Pada hari Rabu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan bantuan militer ke Ukraina sebesar 2,98 miliar dolar AS. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Ukraina Denis Shmygal melaporkan bahwa negaranya menerima bantuan hibah dari AS sebesar 3 miliar dolar AS.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan dia baru saja berbicara dengan Presiden AS Joe Biden guna membahas tindakan lebih lanjut terkait situasi Ukraina .

"Terima kasih atas dukungan AS yang tak tergoyahkan untuk rakyat Ukraina - keamanan dan keuangan," tulisnya di Twitter. "Kami membahas langkah lebih lanjut Ukraina," tambah Zelenskyy.

Baru-baru ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menandatangani dekrit untuk meningkatkan jumlah angkatan bersenjata Rusia dari 1,9 juta menjadi 2,04 juta.

Keputusan Putin seperti menunjukkan Rusia ingin mengisi kembali militernya setelah gagal merebut ibukota Ukraina, Kyiv.

Baca juga artikel terkait PERANG RUSIA VS UKRAINA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya