Menuju konten utama

Penyaluran Bantuan ke Suriah Masih Terkendala

Penyaluran Bantuan ke Suriah Masih Terkendala

tirto.id - [caption id="attachment_51359" align="alignnone" width="1200"]A fighter of the Kurdish People's Protection Units (YPG) flashes a V-sign as he patrols in the streets in the northern Syrian town of Kobani January 28, 2015. Kurdish forces battled Islamic State fighters outside Kobani on Tuesday, a monitoring group said, a day after Kurds said they had taken full control of the northern Syrian town following a four-month battle. Known as Ayn al-Arab in Arabic, the mainly Kurdish town close to the Turkish border has become a focal point in the international fight against Islamic State, an al Qaeda offshoot that has spread across Syria and Iraq. REUTERS/Osman Orsal (SYRIA - Tags: POLITICS CONFLICT TPX IMAGES OF THE DAY) *** Local Caption *** Seorang pejuang dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) mengacungkan kedua jarinya saat ia berpatroli di Kobani, Syriah, Rabu (28/1). Pasukan Kurdi yang bertempur melawan militan Negara Islam di luar kota Kobani Selasa lalu, kata kelompok pemantau, sehari setelah pasukan Kurdi mengatakan mereka telah mengambil alih kendali kota di utara Suriah itu setelah bertempur selama empat bulan. Dikenal dengan nama Ayn al-Arab dalam bahasa Arab, kota Suriah di dekat perbatasan Turki itu telah menjadi titik perhatian dalam pertempuran internasional melawan Negara Islam. ANTARA FOTO/REUTERS/Osman Orsal/ox/15. File foto - Seorang pejuang dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) mengacungkan kedua jarinya saat ia berpatroli di Kobani, Syriah. ANTARA FOTO/REUTERS/Osman Orsal[/caption]

Penasehat Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Jan Egeland di Jenewa, Swiss, Kamis, (18/3/2016), mengatakan konvoi-konvoi bantuan obat-obatan telah tiba di empat kota di Suriah, tetapi pemerintah setempat menghentikan penyaluran bantuan ke enam kota lainnya yang terkepung.

Dia mengatakan pemerintah Suriah perlu memberi jawaban dalam waktu tujuh hari mengenai perizinan bagi konvoi yang akan pergi ke enam kota tersebut.

"Kami membutuhkan kesungguhan pemerintah Suriah untuk membantu kami di kawasan yang memerlukan obat-obatan. Mengapa tidak memberikan akses bagi konvoi yang membawa bantuan nutrisi, vitamin dan antibiotik, dokter serta perawat ke tempat-tempat tersebut? Saya berharap akan ada terobosan nyata atas hal ini dalam kontak kami dengan pemerintah," kata Jan kepada wartawan seperti dikutip dari Antara.

“Mencegah kami ke sana merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” lanjut Egeland. “Saya tidak faham mengapa kami tak boleh ke sana. Bahkan pejuang yang terluka juga memiliki hak untuk dirawat berdasarkan hukum internasional.”

Setelah menghadiri pertemuan rutin negara-negara yang terlibat dalam proses perdamaian Suriah, Egeland mengatakan bahwa banyak warga sipil tidak berdosa masih berada dalam tahanan, termasuk anak-anak. Dia meminta Amerika serikat, Rusia dan negara lainnya untuk membantu membebaskan mereka.

Egeland mengatakan bantuan sedang disalurkan ke kota Zabadani, Foua, Kefraya dan Madaya pada Kamis setelah mengalami keterlambatan selama dua minggu akibat perang. Pengepungan juga menghalangi penyediaan perawatan medis bagi orang-orang yang membutuhkan.

PBB ingin mencoba menjatuhkan bantuan lewat udara ke kota Deir al-Zor yang dikepung oleh militan Negara Islam, setelah upaya sebelumnya gagal. Pesawat harus terbang dengan cepat dan tinggi agar terhindar dari ancaman surface-to-air missile (peluru kendali darat ke udara).

Egeland juga mengatakan bahwa paket bantuan hancur atau hilang pada misi bulan lalu, namun negara-negara telah menyumbang parasut yang lebih baik untuk menerjunkan paket-paket bantuan dari udara. (ANT)

Baca juga artikel terkait BANTUAN KEMANUSIAAN atau tulisan lainnya

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Yantina Debora