Menuju konten utama

Penjelasan Akhir Drakor S Line, Apakah Happy atau Sad Ending?

Penjelasan ending drakor S Line apakah happy atau sad ending lengkap dengan info benang merah yang bisa dilihat semua orang.

Penjelasan Akhir Drakor S Line, Apakah Happy atau Sad Ending?
Drama Korea S Line. (FOTO/mydramalist.com)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Drakor S Line baru saja menyelesaikan penayangan episode 5 dan 6 sekaligus episode terakhir pada Jumat, 25 Juli 2025. Lalu, apakah misteri S Line telah terbongkar atau ada permasalahan yang belum usai?

Drama Korea (drakor) S Line bercerita mengenai adanya garis merah misterius yang muncul di atas kepala orang-orang. Garis itu menunjukkan dengan siapa saja mereka pernah berhubungan seksual. Salah satu yang memiliki kemampuan melihat garis tersebut adalah Shin Hyun Heup.

Namun, masalah baru muncul seiring adanya kacamata yang bisa membantu melihat S Line tiap orang. Kemampuan ini membuat banyak orang mudah tersulut emosi hingga melakukan kekerasan. Rupanya, ada keterkaitan khusus antara kacamata yang bisa melihat S Line dan dalang dibalik tiap peristiwa kekerasan yang ada.

Penjelasan Akhir Drakor S Line, Simbol Benang Merah Bisa Dilihat Semua Orang?

Pada ending drama KoreaS Line, Lee Gyu Jin membuka identitas aslinya yang merupakan dalang di balik tersebarnya kacamata yang bisa melihat S Line. Kacamata tersebut merupakan alat terkutuk yang membuat emosi pemakainya meningkat pesat hingga melakukan tindakan kekerasan.

Hal itu dilakukan Gyu Jin untuk memanipulasi orang-orang dengan benang merah. Ia menjelaskan bahwa benang merah tersebut bisa hilang jika orang yang mereka tiduri meninggal. Tindakan tersebut membuat banyak kasus pembunuhan sepanjang drakor tersebut.

Selain tindakan tersebut, Gyu Jin rupanya terlahir dengan kemampuan alami melihat S Line sama seperti Hyun Heup. Ia dan para pengikutnya berusaha menangkap Hyun Heup dan membunuhnya supaya tiap orang bisa melihat S Line.

Pada ending drakor S Line, Gyu Jin berhasil menangkap Hyun Heup dan menusuknya. Ajaibnya, darah yang keluar dari luka Hyun Heup berubah menjadi bola raksasa yang kemudian meledak dan mengeluarkan benang merah tak terbatas. Hal itu membuat tiap orang memiliki kemampuan melihat S Line seperti Hyun Heup dan Gyu Jin.

Munculnya kemampuan tersebut membuat banyak orang panik hingga menimbulkan kehebohan. Setelah ditelusuri, orang-orang biasa akhirnya mengetahui bahwa S Line tersebut menunjukkan orang yang pernah melakukan hubungan seksual.

Adanya kemampuan tersebut di dunia nyata membuat orang dengan banyak S Line menjadi malu hingga menggunakan penutup wajah seperti masker, helm, dan lainnya di luar ruangan. Sementara itu, orang yang belum melakukan hubungan seksual menjadi lebih menutup diri supaya tidak ada benang S Line di kepalanya.

Sementara itu, Gyu Jin sudah tidak terlihat pasca peristiwa ia dan pengikutnya yang memburu Hyun Heup. Hyun Heup sendiri kembali menjadi siswi pendiam yang dijauhi oleh orang banyak, meski kini tiap orang bisa melihat S Line seperti dirinya.

Misteri kembali muncul saat Hyun Heup berziarah ke makam Yoo Joon Sun. Saat tengah terdiam, muncul suara Lee Gyu Jin di sampingnya. Padahal, Hyun Heup telah menusuk Gyu Jin pada pertarungan terakhir. Belum diketahui nasih Hyun Heup apakah ia akan menjadi incaran sekte Gyu Jin atau hanya imajinasi semata.

Drakor S Line, Happy Ending atau Sad Ending?

Melihat ending drakor S Line yang memunculkan misteri baru, sulit untuk menjelaskan apakah drakor S Line berakhir happy ending, terlebih Gyu Jin bisa saja masih hidup. Misteri ibu Hyun Heup yang menjadi pengikut Gyu Jin juga tidak dijelaskan secara gamblang.

Kemungkinan besar, ending S Line dimaksudkan terbuka supaya penggemar memiliki penafsiran tersendiri mengenai nasib Hyun Heup dan Gyu Jin. Adanya S Line di antara masyarakat juga membuat hubungan tiap orang di dunia tersebut berantakan.

Pembaca yang ingin mengakses artikel mengenai S Line atau drakor lainnya bisa klik tautan yang ada di sini.

Baca juga artikel terkait DRAKOR atau tulisan lainnya dari Wisnu Amri Hidayat

Penulis: Wisnu Amri Hidayat
Editor: Yantina Debora